Tebar Ikan Diterjang Banjir, Tanam Padi Diserang Hama Wereng, Begini Nasib Petani Tambak Lamongan
Cobaan yang dihadapi petani Lamongan Jawa Timur tidak pernah berhenti. Setelah banyak tanaman padi roboh karena diterjang hujan lebat,
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Cobaan yang dihadapi petani Lamongan Jawa Timur tidak pernah berhenti. Setelah banyak tanaman padi roboh karena diterjang hujan lebat, kini ancaman gagal panen juga menghantui para petani.
Serangan hama wereng juga menyelimuti puluhan hektar padi yang mendekati masa panen. Upaya pembasmian hama dengan berbagai obat pertanian tak banyak menolong.
Munculnya hama wereng sudah diduga para petani. Sebab hujan masih saja turun di wilayah Lamongan saat musim tanam padi kemarau ini.
"Kalau musim tanam padi kemarau, kemudian ada hujan dua atau tiga kali saja, bisa diperkirakan akan munculnya hama wereng, " ungkap Khoirul, petani asal Desa Margoanyar Kecamatan Glagah kepada Surya.co.id, Senin (17/8/2020).
Salah satu wilayah di Lamongan yang terancam gagal panen akibat serangan hama wereng tersebut diantaranya adalah Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.
• Prediksi Semifinal Liga Eropa Inter Milan vs Shakhtar Donetsk: Kroty Tak Gentar dengan Wakil Italia
• Masa Lalu Rizky Billar Dibocorkan Sahabat, Kejelasan Hubungan Lesty Kejora Terjawab, Parah Sih!
• Lama Tak Muncul, Momo Geisha Tiba-tiba Sindir Keras Suami Sibuk Sendiri: Istri Hamil Butuh Perhatian
Para petani mengeluhkan serangan wereng yang mengancam padi mereka yang hampir panen. Hama wereng menggerogoti dan mengakibatkan batang padi mengering kemerahan. Akibatnya bulir padi menjadi ompong alias gabuk.
"Hama wereng mengganas, juga hujan dan angin kencang mengakibatkan banyak batang padi yang roboh," kata Khoirul.
Diungkapkan, hampir semua lahan pertanian yang ada di Kecamatan Glagah terkena serangan hama wereng yang sudah berlangsung hampir 1 bulan ini. Serangan hama wereng ini sangat sporadis dan mencapai sekitar 20 hingga 30 hektar di lahan yang musim tanamnya lebih awal.
"Ada sebagian tanaman padi yang bisa diatasi, tapi ada yang parah," katanya.
Petani lainnya, Nursodik misalnya, ia mengakui jika hama wereng saat ini masih mengancam lahan padi siap panen mereka. Bahan 2 petak lahan padinya diserang hama wereng.
Banyak petani yang menanggung dan rugi, termasuk dirinya sendiri.
"Dua petak lahan padai saya tidak bisa tertolong lagi. Obat sudah saya coba, namun hasilnya nihil, " ungkapnya.
Kalau boleh memilih, kata Sodik, ia memilih diserang hama tikus dari pada hama wereng, karena kalau dimakan tikus biasanya masih ada sisa padi yang masih bisa dipanen tapi kalau hama wereng bisa disapu bersih alias gagal panen.
Cobaan petani, katanya, bertubi - tubi, tahun ini petani banyak yang merugi, sedang sebelumnya hasil tambak juga hanya impas karena banjir, sekarang saat musim tanam padi juga terkena hama.
Panen padi diharapkan mengobati kerugian saat musim ikan yang dilanda banjir. Tapi nyatanya, tanaman padi juga diserang hama wereng.
Menurut salah satu pegawai Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Glagah, Mulyadi mengakui adanya serangan hama wereng ini.