Breaking News:

Virus Corona di Magetan

SMK Yosonegoro Magetan Mulai KBM Tatap Muka, Siswa Wajib Bawa Surat Cek Kesehatan dan Izin Orang Tua

SMK Yosonegoro Magetan memulai KBM tatap muka pertama di tengah pandemi virus Corona. Siswa wajib bawa cek kesehatan dan izin orang tua.

SURYA/DONI PRASETYO
Siswa SMK Yosonegoro, Magetan jurusan mesin dan otomotif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka pertama sejak pendemi Covid-19 enam bulan lalu, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - SMK Yosonegoro Magetan memulai (KBM) tatap muka di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Dalam KBM tatap muka pertama itu, yang masuk hanya delapan kelas dari 56 kelas yang ada dengan menerapkan sistem bergilir.

Tidak hanya itu, siswa juga harus bisa membuktikan cek kesehatan dan izin orang tua.

BREAKING NEWS - Pria Kota Malang Cium Jenazah Covid-19, Dijemput Paksa TNI-Polisi Satu Kompi

Soal Calon Kiper Keempat Persebaya, Aji Santoso Titip Pesan Ini

"Selain protokol kesehatan, yang terpenting siswa harus mendapat izin orang tua untuk mengikuti KBM tatap muka, tentunya setelah cek kesehatan. Tapi ketika orang tua tidak mengizinkan, kita tidak bisa memaksakan," kata Kepala Sekolah SMK Yosonegoro Magetan, Muh Amien, Selasa (18/8/2020).

Intinya, lanjut Muh Amien, surat izin orang tua dalam KBM tatap muka ini sebagai penanggung jawab kalau anaknya siap mengikuti uji coba tatap muka terbatas disekolah dalam keadaan sehat.

Soal Calon Kiper Keempat Persebaya, Aji Santoso Titip Pesan Ini

Emosi Mama Rieta ke Raffi Ahmad soal Rafathar, Sampai Tutup Telepon, Ayah Tiri Nagita: Masalah Besar

"Untuk KBM uji coba tatap muka terbatas ini ada delapan kelas, sesuai jurusan kita, dengan per rombongan belajar (rombel) rata rata 30 siswa,"jelas Muh Amien.

Ia berharap, KBM uji coba KBM tatap muka bisa berhasil dan sukses, misalnya nanti di evaluasi dengan hasil bagus, otomatis akan dijadwalkan kembali untuk KBM siswanya.

"Total kelas kita ada 56, dengan jumlah siswa untuk tahun ajaran ini sebanyak 1862 siswa. Ini giliran sampai dua pekan kedepan. Mudah mudahan hasil evaluasinya bagus, bisa ditindaklanjuti berikutnya,"katanya.

Menurut Muh Amien, sebelum sekolah melaksanakan KBM uji coba tatap muka, sekolah dilakukan asesmen oleh gugus tugas Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, dan dinyatakan sesuai Protokol Kesehatan, sekolah baru dibolehan melaksanakan KBM.

"Dalam asesmen Oleh gugus tugas dilihat bagaimana protokol kesehatan dilaksanakan termasuk tempat cuci tangan, hand sanitizer dan masker,"kata Kasek Yosonegoro Muh Amien.

Saat ini yang mengikuti KBM uji coba tatap muka hanya kelas 11 dan 12. Sementara kelas 11, yang pelajarannya masih awal, sampai saat ini tetap mengikuti KBM lewat "daring" (dalam jaringan) internet.

"Tetep berharap KBM uji coba tatap muka ini bisa berhasil dengan baik, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan seperti biasa,"kata Muh Amien seraya mengatakan, bagi sekolah swasta murni, yang seluruh kegiatan dibiayai dari uang bulanan siswa, masa vakum enam bulan akibat pandemi Covid -19, sangat berat.

Penulis: Doni Prasetyo

Editor: Heftys Suud

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved