Hari Kemerdekaan 2020
Ini Penjelasan Soal Dua Kali Upacara Bendera di Rumah Masa Kecil Bung Karno di Kediri
Banyak yang bertanya mengapa pegiat dan relawan di Rumah Masa Kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menggelar dua kali
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Banyak yang bertanya mengapa pegiat dan relawan di Rumah Masa Kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menggelar dua kali upacara bendera.
Upacara bendera pertama digelar sewaktu memperingati Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 2020. Malahan kegiatan upacara dilakukan dengan nuansa adat Jawa.
Sedangkan upacara bendera kedua dilakukan pada 18 Agustus 2020 dengan peserta lebih sedikit. Bertindak sebagai Inspektur upacara Kushartono, Ketua Harian Persada Sukarno.
Menanggapi hal tersebut Kushartono memberikan penjelasan, mengapa melakukan dua kali upacara bendera yang berlangsung di halaman Persada Sukarno.
"Memang banyak orang mengira bahwa bangsa Indonesia itu memproklamirkan Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan hari itu juga Negara Republik Indonesia berdiri. Disitulah letak kesalahannya," jelas Kushartono kepada TribunJatim.com, Kamis (20/8/2020).
Dijelaskan, syarat mendirikan negara itu ada beberapa unsur. Di antaranya, harus ada wakil rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat dan Undang-Undang Dasar Negara yang telah disahkan.
• ASN dan DPR yang Maju Pilkada Harus Serahkan Tiga Dokumen Pengunduran Diri Bulan September
• Surabaya Kembali Zona Merah, Tambahan Kasus Baru Hari Ini 110 Orang
• Rekom PPP di Pilkada Gresik 2020 Turun, Siap All Out Dukung Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah
"Pada tanggal 17 Agustus 1945 itu kan baru Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bukan Proklamasi berdirinya Negara Republik Indonesia. Memang ini sangat tipis, sangat halus, karena singkat. Bahkan kata Soekarno dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, jadi memang tidak begitu kelihatan," tambahnya kepada TribunJatim.com.
Dokumen sejarah mencatat dan semua orang mengakui bahwa pada tanggal 18 Agutus 1945, PPKI mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945, kemudian membentuk pemerintahan yang sah dan mengangkat Ir Soekarno dan Moch Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama RI.
"Kami pernah seminarkan di Gedung DPR dihadiri Wakil Ketua MPR Bapak Muhaimin Iskandar. Dan hasilnya sepakat 17 Agustus Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan 18 Agustus Berdirinya NKRI," ungkapnya.
Dan hasil seminar itu juga sudah dibukukan. Diakuinya, memang tidak mudah mengubah kebiasaan yang sudah mapan dan perlu perjuangan panjang.
Guna terus mengobarkan rasa cinta air Indonesia, cinta kepada bangsa Indonesia dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia beberapa elemen organisasi dan sebagian masyarakat di Kediri menggelar upacara dua kali tanggal 17 dan 18 Agustus.
Karena masih dalam suasana pandemi covid 19 acara dibuat sederhana tapi menarik. Di antaranya, ada lomba membuat jargon cinta NKRI secara online dan ada santunan anak yatim dan fakir miskin berupa uang dan sembako serta lambang negara Garuda Pancasila.
"Tanggal 17 Agustus kita menggelar upacara dalam rangka mensyukuri Hari Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Dan tanggal 18 Agustus kita mengadakan upacara lagi dalam rangka Mensyukuri Hari Berdirinya NKRI," ujar Sikan Abdillah, Ketua Panitia Tasyakuran Hari Kemerdekaan Bangsa dan Berdirinya NKRI.(dim/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-kediri-upacara-di-rumah-kecil-bung-karno-kediri.jpg)