Breaking News:

Sisir Sungai Surabaya dari Gresik, PP Kali Surabaya Temukan Ratusan Bangunan Liar di Tepi Sungai

Perempuan pejuang kali Surabaya (PPKS) - Gresik menyisir kali mas menemukan banyak bangunan liar dan tumpukan sampah di tepi sungai, Jumat (21/8/2020)

(surya/Sugiyono)
Perempuan pejuang kali Surabaya menyisir sungai Surabaya dari Wringinanom Gresik. Dari kegiatan tersebut ditemukan banyak bangunan liar dan tempat pembuangan sampah sembarangan, Jumat (21/8/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Perempuan pejuang kali Surabaya (PPKS) - Gresik menyisir kali mas menemukan banyak bangunan liar dan tumpukan sampah di tepi sungai, Jumat (21/8/2020).

Dampaknya, gangguan lingkungan akan mengancam kehidupan lingkungan sungai dan masyarakat umum.

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Qiadatul Rizkiah, yang mengikuti susur kali Surabaya, mengatakan, kegiatan sisir sungai ini untuk mengetahui lokasi tempat pembuangan sampah dekat sungai.

Kemudian, disampaikan kepada pengelola sungai untuk clean up dan himbauan agar warga tidak buang sampah ke kali Surabaya.

Rizkiah juga mengatakan, dalam kegiatan ini juga memungut sampah plastik yang terapung. Kemudian melihat merk sampah yang terapung tersebut.

"Dari menyisir sungai, ditemukan bangunan yang diduga Ilegal menjamur. Dampaknya, penyempitan dan pendangkalan sungai, sebab limbah cair domestik langsung dibuang ke sungai. Sementara, bngunan-bangunan baru terus tumbuh tanpa ada pengendalian dari pengelola sungai yaitu Perum Jasa Tirta I dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas," kata Rizkiah kepada TribunJatim.com.

VIRAL Rumah dari Luar Tampak Biasa, Dijual Rp5,1 M, Ternyata Ada Ruangan Aneh Tersembunyi di Bawah

Keran Pariwisata Dibuka, Kota Batu Targetkan Dua Juta Wisatawan Sampai Akhir Tahun 2020

Daftar 20 Kontestan Serie A Liga Italia 2020-2021, Spezia Jadi yang Terakhir

Selama penyisiran, ditemukan beberapa tempat pembuangan sampah berada di dekat tepi sungai. Sehingga, bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebab, banyak pembakaran sampah dan sampah plastik beterbangan ke sungai.

"Delapan puluh persen, sampah laut berasal dari sungai. Maka sampah dari sungai akan sebabkan kepunahan biota laut dan gangguan keamanan seafood," katanya kepada TribunJatim.com.

Kegiatan Sisir Kali Surabaya dari Kecamatan Wringinanom hingga desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, komunitas perempuan pejuang Kali Surabaya menemukan 137 gunungan sampah.

"Sepanjang penyusuran sungai banyak, ditemukan gunungan sampah dan yang terbesar. Ada 137 gunungan sampah," kata Diah (19), warga desa Sumengko, anggota komunitas Perempuan pejuang Kali Surabaya (PPKS) yang mengikuti kegiatan Susur Kali Surabaya dengan tema sungai ku Merdeka dari sampah plastik.

Nely Agustina (20), mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Maarif Sepanjang, Sidoarjo, mengatakan, dari sisir sungai ditemukan 355 bangunan liar di bantaran Kali Surabaya di Wilayah Driyorejo dan Wringinanom.

"Kegiatan susur sungai ini, bertujuan untuk mengidentifikasi timbulan sampah yang ada di bantaran Kali Surabaya dan menghitung jumlah bangunan ilegal," kata Nely.

Dari temuan tersebut, Nely berharap, agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberi rambu-rambu larangan membuang sampah sembarangan.

"Seharusnya, Gubernur Jawa Timur melakukan koordinasi pengendalian pemanfaatan bantaran dan pengendalian timbulnya sampah yang mencemari Kali Surabaya. Sebab, Gubernur adalah kepanjangan tangan dari pemerintah, sehingga kali Surabaya yang berstatus sebagai sungai strategis nasional harus dalam pengendalian Gubernur Jawa Timur," imbuhnya. (Tribunjatim.com/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiharto
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved