Liga Eropa
Inter Milan Gagal Total di Liga Eropa, Antonio Conte Pasrah Soal Masa Depannya
Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, pasrah dengan nasibnya bersama Nerazzurri usai gagal membawa tim tersebut menjuarai Liga Eropa 2019-2020.
TRIBUNJATIM.COM - Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, pasrah mengenai nasibnya bersama Nerazzurri usai gagal membawa tim tersebut menjuarai Liga Eropa 2019-2020.
Inter Milan tak mampu berbuat banyak saat berhadapan dengan Sevilla dalam laga final Liga Eropa di RheinEnergieStadion, Jerman, pada Jumat (21/8/2020) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Skuat besutan Antonio Conte dipaksa takluk dengan skor 2-3 setelah Diego Carlos menjadi penentu kemenangan Sevilla pada menit ke-74 lewat bantuan kaki Romelu Lukaku.
• Rayakan Sweet 17, Seniman Zeta Ranniry Siapkan 17 Karya untuk Pameran Tunggal Pertama di Surabaya
• Tips Memilih Sabun Cuci Muka yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Jangan Sampai Salah!
Lukaku secara tak sengaja membelokkan arah bola tendangan salto Carlos sehingga berbuah gol untuk Los Nervionenses.
Inter sendiri sebenarnya unggul lebih dulu lewat sepakan Lukaku dari titik putih pada menit ke-5.
Namun, kedua tim bermain sama kuat dengan skor imbang 2-2 hingga babak pertama berakhir.
Kegagalan Inter meraih trofi Liga Europa membuat mereka sekali lagi menjadi runner-up setelah mengakhiri Liga Italia 2019-2020 dengan bercokol di posisi dua klasemen.
Hasil tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana nasib Antonio Conte selanjutnya di Giuseppe Meazza.
• Kuatkan Ekonomi Masyarakat Lokal, Mahasiswa UMM Beri Warga Pelatihan Pemasaran Online
• VIRAL Istri Direktur Dampingi Suami Lamar Wanita, Video saat Ucap Janji Istri Tua Dipeluk: Bismillah
Juru taktik kelahiran Lecce, Italia, ini sempat dikabarkan bakal diganti setelah terlibat perselisihan dengan petinggi klub.
Conte merasa pihak klub tidak memberikan perlindungan apa pun ketika dia dan para pemainnya diserang kritik oleh berbagai pihak.
"Ini merupakan tahun yang sulit di level pribadi, sangat sulit. Saya tidak berpikir para pemain melihat pekerjaan mereka diakui, saya tidak berpikir pekerjaan saya diakui dan kami semua menerima sangat sedikit perlindungan dari klub," kata Conte saat itu, dikutip dari Sky Sport Italia.
"Kami harus menerima cercaan selama berbulan-bulan dan tak mendapat perlindungan. Masalah saya adalah bahwa saya memiliki visi, saya melihat jalan yang harus kami ambil dan saya tahu apa yang perlu kami lakukan."
"Saya melihat suatu hari wawancara yang diberikan Luciano Spalletti di Inter pada 2017. Kami sekarang berada di tahun 2020 dan tidak ada yang berubah," tutur Conte menambahkan.
• KPU Kabupaten Malang Tolak Disebut Tak Lakukan Verifikasi, Ungkap Petugas Tak Dapat Undangan
• Cegah Sebaran Covid-19, Kapolres Kediri Melakukan Razia Gabungan di Cafe dan Tempat Hiburan Malam
Meski sempat meredup, rumor pemecatan Conte kembali muncul setelah kekalahan dari Sevilla.
Conte sendiri tidak yakin dengan nasibnya bersama Inter di masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mantan-pelatih-juventus-antonio-conte-menjadi-pelatih-inter-milan.jpg)