Breaking News:

Kakek Asal Trenggalek Rasakan Kemudahan Gunakan JKN-KIS untuk Pengobatan, Tak Perlu Pikirkan Biaya

Parmin merupakan peserta JKN-KIS yang berasal dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang biasa disebut peserta mandiri, ia dari kelas 3.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Parmin menunjukkan kartu JKN-KIS yang digunakannya untuk pengobatan kemoterapi di RSUD dr Saiful Anwar Malang (RSSA), 2020. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Manfaat dari penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan NasionalKartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ) sangat dirasakan oleh peserta JKN-KIS di semua segmen.

Seperti yang dirasakan oleh Parmin (72) kakek asal Trenggalek, Jawa Timur.

Kini, ia tengah menjalani pengobatan kemoterapi di RSUD dr Saiful Anwar Malang (RSSA).

Parmin merupakan peserta JKN-KIS yang berasal dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang biasa disebut peserta mandiri, ia dari kelas 3.

Dia mengatakan, JKN-KIS sangat membantunya untuk berobat tanpa memikirkan biaya. Karena biaya pengobatannya dibayarkan gratis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Tidak hanya kemoterapi, sebelumnya dokter menyarankan Parmin untuk melakukan sinar terlebih dahulu. Dan lagi, biaya sinar yang dilakukan Parmin tidak dipungut biaya.

“Meringankan sekali. Saya jadi tidak memikirkan uang pengobatan sama sekali, saya hanya fokus pada kesehatan saya saja. Saya sangat bersyukur,” ujar Parmin.

Baginya yang hanya seorang petani, dengan membayar iuran rutin setiap bulan tetapi mendapatkan pelayanan yang memuaskan seperti ini tidak ada apa-apanya.

Membayar iuran tidak terasa berat baginya. Karena manfaat yang ia dapat sangat melebihi dari kewajiban yang ia bayarkan setiap bulannya.

Parmin mengaku sangat merasakan rasa gotong royong setelah memakai JKN-KIS.

Dia pun menjelaskan, dari segi administrasi dan peraturannya sama sekali tidak menyusahkan.

“Kalau sudah tahu peraturannya sih gak ribet kok. Tidak ada kendala juga di bagian administrasinya. Walaupun memang beda rumah sakit ada beda sedikit kebijakannya, tidak membuat alur pengobatan saya jadi terganggu. Semua berjalan lancar dan pelayanannya juga baik sekali. Tidak memandang saya atau siapapun ada di kelas berapa di BPJS ini, semua sama dan adil,” tutupnya.

Parmin berharap, BPJS Kesehatan bisa terus berkembang dan selalu tanamkan rasa gotong royong dalam diri masing-masing agar dapat selalu menolong peserta lain yang sedang jatuh sakit.

Karena dengan adanya BPJS Kesehatan dan program-programnya, peserta yang tidak mampu berobat jadi bisa menjalani pengobatan tanpa harus memikirkan biayanya.

Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved