Kiai Kultural Jawa Timur: Rizal Ramli Bisa Benahi Perekonomian Nasional

Sejumlah kiai kultural asal Jawa Timur meminta ekonom senior Rizal Ramli turun tangan pulihkan ekonomi nasional yang terpuruk. Hal ini sebagai dampak

TRIBUNJATIM.COM/BOBBY KOLOWAY
Pengamat ekonomi, Rizal Ramli ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (8/3/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah kiai kultural asal Jawa Timur meminta ekonom senior Rizal Ramli turun tangan pulihkan ekonomi nasional yang terpuruk. Hal ini sebagai dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Salah seorang perwakilan kiai, KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab yang akrab dipanggil Gus Aam, menyebut lambatnya pemulihan ekonomi bisa berujung resesi. Apalagi, menurutnya kesulitan ekonomi telah dirasakan kalangan bawah.

Juga, para pengasuh pondok pesantren. Selama berbulan-bulan mereka menghentikan kegiatan belajar-mengajar.

Bahkan, sampai hari ini masih ada pesantren yang tutup. Tentu kondisi itu juga berdampak pada masyarakat di lingkungan pesantren.

Sebab selama ini roda ekonomi mereka bergerak karena keberadaan pesantren. "Pak Rizal Ramli punya pengalaman 20 tahun lalu. Saat itu ekonomi terpuruk imbas krisis moneter, beliau berhasil mengatasi," ujar Gus Aam dikutip dari diskusi daring.

Ketahui 7 Ciri Diabetes dari Luka yang Muncul di Kulit, Jangan Diabaikan Jika Ada Bercak Kekuningan

Syahrini Sebut Bukan Tinggalkan Kariernya, Pilih Rehat Demi Reino Barack: Bentuk Ibadah untuk Suami

Ruben Onsu Tegur Sikap Ayu Ting Ting ke Dory Harsa, Goyangan Disoroti, Ending Sempat Minta Maaf

Saat itu, perekonomian yang minus 3 persen bisa diubah menjadi tumbuh 4 persen.

"Hingga akhirnya tumbuh 7 persen sampai sebelum Gus Dur dilengserkan," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Gus Aam yakin Rizal Ramli tak sekedar mampu membangkitkan ekonomi pesantren tapi sekaligus ekonomi nasional. Karena itu, ia bersama para kiai kultural yang tergabung dalam Komite Khittah NU 1926 atau KKNU 1926 mendukung RR sebagai pemimpin nasional yang akan datang.

Selain itu, ia menilai RR sebagai figur yang cerdas dan berani. Gus Aam mencontohkan ide cemerlang RR menyatukan seluruh bank syariah milik pemerintah agar asetnya bisa bertambah besar sehingga bisa bersaing dengan bank umum milik swasta.

"Kepeduliannya pada nahdliyyin juga sudah terbukti. Ini pemimpin nasional yang dibutuhkan saat ini dan untuk masa depan," imbuh cucu pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah ini kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, tokoh nasional Rizal Ramli bisa memahami kegelisahan para kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur dan daerah lainnya.

Sebab tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak di semua lini kehidupan.

Termasuk, di instansi pendidikan, dimana pola kerja dan belajar yang membuat kita dipaksa terbiasa dengan pola virtual. Selama enam bulan lembaga pendidikan di Indonesia termasuk pesantren telah menutup rapat ruang-ruang kelas fisiknya.

Padahal, Pesantren merupakan lembaga pendidikan dan dakwah yang telah ada sejak ratusan tahun lalu di Indonesia, sebelum republik ini berdiri. Pesantren juga merupakan salah satu kontributor penyumbang pendapatan ekonomi daerah melalui industri kreatif, koperasi, dan UKM.

Saat ini, jumlahnya mencapai 25.938 pesantren, angka yang begitu masif dan besar pengaruhnya di tengah masyarakat. "Potensi pesantren dengan koperasi dan usaha kreatifnya luar biasa, ada yang mampu berdiri dan maju seperti Sidogiri," ujar Rizal Ramli.

Namun banyak yang harus mendapatkan stimulus dan pendampingan. Di sini peran negara seharusnya hadir.

Apalagi ditengah pandemi seperti saat ini.

"Karena dari pesantren lah lahir para pahlawan dan pejuang kemerdekaan," ungkap pria yang di Jawa Timur akrab disapa Gus Romli tersebut. (bob/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved