Breaking News:

Pendakian ke Gunung Semeru Bakal Kembali Dibuka September 2020, TNBTS Fokus Membersihan Jalur

Gunung Semeru bakal kembali buka pendakian pada pertengahan September 2020. Begini penjelasan Kepala TNBTS John Kennedie.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA
Pendaki Gunung Semeru saat tiba di Ranu Kumbolo. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kabar gembira bagi para pendaki yang ingin kembali menginjakkan kaki di Gunung Semeru.

Pasalnya, pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut akan kembali dibuka pada pertengahan September 2020.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kennedie mengatakan, pembukaan jalur pendakian tersebut dilakukan dua minggu setelah dibukanya wisata di Gunung Bromo.

Download MP3 Suaramu Syairku Harry Khalifah, Viral di Tik Tok, Pandanglah Aku Hembuskan Nafasmu

Heboh Mobil Mendadak Berhenti di Jalan, Tak Dinyana si Sopir Tewas di Kemudi, Fakta Dikuak Polisi

Hal ini setelah wisata di Gunung Bromo dibuka kembali pada Jumat tanggal 28 Agustus 2020.

"Nanti setelah dua minggu, jalur pendakian Gunung Semeru akan dibuka. Kita juga lihat nanti hasil evaluasinya dari pembukaan Gunung Bromo seperti apa yang akan kami evaluasi di setiap pekannya," ucapnya dalam konferensi pers, Selasa (25/8).

Jelang pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru tersebut, petugas TNBTS kini sedang fokus dalam membersihkan jalur pendakian.

Ikut Meriahkan HUT SCTV ke-30, Lesty dan Rizky Billar Tampil Bareng di Panggung: Hawanya Deg-degan

Pengakuan Saksi Soal Kecelakaan Maut Antara Honda Tiger dan Supra X di Kediri: Suara Benturan Keras

Mengingat, jalur pendakian sudah setahun ini tutup, dan rencana dibuka kembali pada pertengahan September 2020.

"Pendakian ditutup tepat September 2019, jadi tepat setahun ini kami buka kembali. Pasti banyak yang rindukan pendaki karena sudah setahun ditutup," ucapnya.

Petugas TNBTS jumlah membatasi jumlah pendaki yang akan mendaki ke Gunung Semeru.

Jika biasanya memiliki 600 kuota pendaki setiap hari, kini dibatasi hanya 120 orang per hari dengan rasio pembatas 20 persen dari kuota.

"Nanti mekanisme kita sama. Tetap menerapkan protokol kesehatan. Serta sistemnya masih menggunakan booking, jadi yang mau mendaki harus pesan melalui online," tandasnya.

Penulis: Rifky Edgar

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved