Pilkada Ponorogo
Gelar Deklarasi Cabup dan Cawabup Ponorogo, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Jadi Simbol Perubahan
Sugiri Sancoko dan Lisdyarita menggelar deklarasi Bakal Calon Bupati Ponorogo dan Bakal Calon Wakil Bupati Ponorogo di Monumen Bantarangin.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sugiri Sancoko dan Lisdyarita menggelar deklarasi Bakal Calon Bupati Ponorogo dan Bakal Calon Wakil Bupati Ponorogo di Monumen Bantarangin, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jumat (28/8/2020).
Warga pun memadati tempat deklarasi untuk menyaksikan langsung pidato pasangan yang diusung oleh Partai Hanura, PDI Perjuangan, PPP, dan PAN tersebut.
Mengambil tema deklarasi Ponorogo Berubah, Sugiri Sancoko mengatakan, pihaknya akan menjadi simbol perubahan bagi Ponorogo.
"Setiap hari saya menerima masukan serta aspirasi dari masyarakat, dan kita siap untuk menjadi motor penggerak perubahan tersebut," kata Sugiri Sancoko saat ditemui seusai deklarasi, Jumat (28/8/2020).
Sugiri Sancoko menilai, banyak yang harus dibenahi untuk memaksimalkan potensi Ponorogo, sehingga masyarakat Kota Reog bisa menikmatinya.
• Kasus Covid-19 di Ponorogo Kembali Bertambah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Salurkan Bantuan Vitamin
• Undang 7 Ribu Penduduk Rekam KTP-El, Dinas Dukcapil Ponorogo Jamin Tak Ada Penumpukan Massa
"Kita akan mengupayakan sarana dan prasarana baik itu UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pedagang pasar, dan lainnya," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiri juga berpesan kepada relawannya serta masyarakat Ponorogo agar tidak tergiur dengan politik uang.
"Memilih itu bukan cinta buta tapi berdasarkan rasional, bukan karena uang," lanjutnya.
Sebelum melakukan deklarasi, terlebih dahulu Sugiri-Lisdyarita berziarah ke makam pendiri Ponorogo yaitu Bathoro Katong.
• Sepekan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Ponorogo Berjalan Kondusif, 3 Sekolah Bersiap Menyusul
• Manfaat Program JKN-KIS Dirasakan Kakek Asal Trenggalek, Berobat Tanpa Memikirkan Biaya
Setelah itu, rombongan menuju makam KH Hasan Besari di Masjid Tegalsari, Jetis.
Di masjid tersebut pasangan Sugiri-Lisdyarita menunaikan salat Jumat sekaligus istigosah.
Baru setelah itu rombongan menuju ke Monumen Bantarangin dan langsung disambut oleh kesenian reog serta ratusan relawan yang kompak mengenakan atribut putih-putih.
Editor: Dwi Prastika