Edukasi Peradaban pada Generasi Milenial, Banyuwangi Gelar Rangkaian Pameran Kepurbakalaan

Banyak cerita sejarah peradaban Banyuwangi yang perlu dituturkan pada generasi milenial. Seperti sejarah Kerajaan Blambangan, Legenda Sri Tanjung.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kepala Disbupar Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Sebagai edukasi sejarah peradaban Banyuwangi pada generasi milenial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi, menggelar Pameran Kepurbakalaan, di Museum Pariwisata Kantor Disbupar pada 3-5 September 2020 mendatang.

"Banyuwangi memiliki sejarah peradaban yang cukup menarik, dan banyak yang belum diketahui anak-anak generasi milenial Banyuwangi," kata Kepala Disbupar Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, Minggu (30/8/2020).

Banyak cerita-cerita sejarah peradaban Banyuwangi yang perlu dituturkan pada generasi milenial. Seperti sejarah Kerajaan Blambangan, Macan Putih, Legenda Sri Tanjung, dan lainnya.

Dalam pameran ini nantinya akan dipamerkan benda-benda pusaka Banyuwangi yang memiliki cerita sejarah peradaban Banyuwangi.

"Kegiatan ini untuk menumbuhkan cinta kebudayaan Banyuwangi pada generasi milenial, karena itu kami gelar kegiatan ini," kata Muhammad Yanuarto Bramuda.

Dia mengatakan, selama ini banyak lembaga dan akademisi yang telah melakukan penelitian peradaban Banyuwangi.

Electrifying Majestic Banyuwangi, Listrik sebagai Pengungkit Ekonomi Berbagai Segmen

Ekspedisi Aksi 1000 Bunda, Kampanye Memerangi Kelaparan Singgah di Banyuwangi

Tidak hanya dari Banyuwangi saja, melainkan banyak yang dari luar Banyuwangi, bahkan luar negeri tertarik untuk mempelajari peradaban Banyuwangi.

”Cerita sejarah peradaban Banyuwangi harus dituturkan pada generasi Banyuwangi,” kata Muhammad Yanuarto Bramuda.

Rangkaian Pameran Kepurbakalaan ini selain memamerkan benda-benda bersejarah Banyuwangi, juga digelar lomba karya tulis ilmiah "Edukasi Peradaban di Balik Benda Bersejarah Banyuwangi" dan vlog competition "Situs Budaya dan Obyek Heritage Banyuwangi".

Untuk karya tulis ilmiah diperuntukkan pelajar dan mahasiswa, total hadiah Rp 10 juta. Dengan rincian, Rp 3 juta untuk juara pertama, Rp 2,5 juta untuk juara kedua, dan Rp 1,5 juta untuk pemenang urutan tiga. Serta Rp 1 juta untuk tiga orang juara harapan.

Jumah Santri Positif Covid-19 Bertambah, Kemenkes Supervisi Penanganan Klaster Ponpes di Banyuwangi

Tingkatkan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19, Banyuwangi Gelar Festival Pangan Non Beras

Pengiriman karya tulis ilmiah paling akhir tanggal 3 September 2020 pukul 15.00 WIB. Untuk informasi lomba karya tulis ilmiah bisa dilihat di link https://bit.ly/2FZ5DgD.

Untuk peserta vlog competition dibuka untuk umum, dengan batas pengiriman video pada 3 September 2020 pukul 13.00 WIB. Hadiah sama seperti karya tulis ilmiah.

Link pendaftaran dan pengiriman video bisa diakses di https://bit.ly/2QmuZXJ.

“Untuk pemenang akan diumumkan pada tanggal 5 September 2020, atau hari terakhir pameran,” tambah Bramuda.

Editor: Dwi Prastika

Rayakan HUT RI ke-75, Pemuda Banyuwangi Nyalakan 7500 Lampu Minyak dan Putar Pidato Proklamasi

Banyak Inovasi, Banyuwangi Sosialisasikan Inovasi Layanan Adminduk Online ke Desa-Desa

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved