Breaking News:

Kopi Mantan Targetkan 20 Gerai Hingga Akhir Tahun

Meski pandemi virus Corona atau Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir, Raymond Tjiadi, co-founder Kopi Mantan Indonesia tetap optimis

sri handi lestari/surya
Raymond Tjiadi (kanan), co-founder Kopi Mantan Indonesia, saat di salah satu kedai yang berada di kota Surabaya. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski pandemi virus Corona atau Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir, Raymond Tjiadi, co-founder Kopi Mantan Indonesia, tetap optimis untuk mengembangkan jaringan outlet kopi yang dimilikinya. Padahal usaha cafe ini baru mencapai usai 1 tahun pada 23 Agustus 2020 lalu.

"Memang baru berumur satu tahun. Tapi kami sangat optimis dengan pengembangan outlet Kopi Mantan ini karena saat, selain omzet juga lumayan, dan banyak partner lokal di beberapa daerah yang bersedia membuka usaha bersama kami," kata Reymond saat ditemui di gerai Kopi Mantan di kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Kota Surabaya, Minggu (30/8/2020).

Kedai Kopi Mantan menggunakan bahan dasar kopi Arabika. Hal itu diklaim Raymond sebagai nilai lebih dan memiliki konsumen yang cukup konsisten dengan produk kopi Arabika.

"Saat ini sudah 15 outlet, sampai akhir tahun targetnya jadi 20 outlet. Tersebar di Surabaya, Denpasar, Medan dan beberapa kota di Sumatra lainnya dan Kalimantan," ungkap Raymond.

Diakui Reymond, pandemi yang kemudian diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), membuat omzet merosot. Namun saat era kenormalan baru ditengah pandemi, omzet kembali meningkat.

Cerita Polwan Polres Lamongan Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19, Bisa Turunkan Berat Badan

Jelang Laga Pembuka Liga Inggris 2020-2021, Liverpool Terancam Tak Diperkuat 2 Pilar Utamanya

Penyu Terancam Punah, Bajulmati Sea Turtle Conservation Beber Fakta: Sampah Plastik Penyebabnya

"Hal ini pula yang membuat kami tidak mengoreksi proyeksi target pengembangan outlet di tahun ini," ujar Reymond.

Tak hanya itu, Reymond juga telah melakukan komunikasi dengan investor yang berminat membuka outlet Kopi Mantan di Australia. Hal tersebut masih belum diputuskan, mengingat pengiriman bahan baku harus dipikirkan.

"Karena bahan baku kopi Arabika ini hanya ada di Indonesia," lanjut Reymond.

Sementara itu, kedai Kopi Mantan yang ada di kawasan Mayjen Sungkono, terlihat cukup instagramable. Pengunjung bisa menikmati sajian kopi sambil beraktivitas seperti ngobrol dengan teman, mengerjakan tugas dan lain sebagainya.

Jumlah pengunjung yang datang memberi kontribusi yang besar, meski Kopi Mantan juga sudah melayani pembelian melalui layanan aplikasi ojek online.

Menurut Reymond, Kopi Mantan juga akan terus berinovasi setiap bulannya, mengeluarkan produk-produk baru.

"Kami juga mengembangkan marketing, salah satunya dengan berkolaborasi dengan brand-brand lokal agar terus maju dan berkembang bersama sehingga Kopi Mantan sebagai satu-satunya kedai kopi dengan base arabika ini semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya dan memberikan keuntungan untuk para mitra," ungkap Reymond.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved