Breaking News:

Pilkada Kota Pasuruan

Peneliti Pusat Advokasi dan Advokasi Kebijakan Lujeng Sudarto: Gus Ipul Unggul di Pilwali Pasuruan

Atmosfer Pilwali Kota Pasuruan terus menghangat menjelang dibukanya pendaftaran calon wali kota dan wakil walikota 4 - 6 September mendatang.

TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) akhirnya resmi memberikan rekomendasi pada Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Adi Wibowo untuk turun dalam pertarungan Pilwali Pasuruan 2020, Jumat (28/8/2020) sore. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Atmosfer Pilwali Kota Pasuruan terus menghangat menjelang dibukanya pendaftaran calon wali kota dan wakil walikota 4 - 6 September mendatang.

Banyak yang memprediksi Pilwali Kota Pasuruan ini adalah perang bintang. Sejauh ini, sudah ada dua pasangan yang akan turun dalam gelanggang kontestasi lima tahunan.

Pertama adalah TEGAS yakni Raharto Teno Prasetyo, sang petahanan bersama M Hasjim Asjari. Kedua,adalah pasangan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Adi Wibowo.

TEGAS diusung empat mesin partai diantaranya adalah PDIP, NasDem, Hanura dan Gerindra.

Sedangkan Gus Ipul - Mas Adi diusung lima mesin partai yakni PKB, Golkar, PAN, PKS dan PPP.

Lantas siapa yang berpeluang menang ? Koalisi di kubu petahana atau kubu penantang yang sarat dengan banyak pengalamannya.

Geger Status WA Foto Perangkat Desa Muda Tidur dengan WIL, Si Istri: Kau Berani Jajan Wanita Lain!

7 Kebijakan Uang Pulsa dari Pemerintah, PNS akan Dapat Rp 400 Ribu & Mahasiswa Rp 150 Ribu Per Bulan

Peneliti Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA) Lujeng Sudarto mengatakan, Gus Ipul - Mas Adi , ataupun TEGAS, sama - sama berpeluang menang dalam kontestasi Pilwali Kota Pasuruan.

"Dalam kontestasi pilkada, kemenangan calon ditentukan oleh dua kemungkinan. Pertama, pendekatan political machine atau mesin politik, kedua pendekatan political behavior," kata dia kepada TribunJatim.com, Selasa (1/9/2020).

Dia menjabarkan, untuk pendekatan political machine atau mesin politik, kemenangan pilkada ditentukan oleh soliditas dan struktur partai yang mampu bekerja maksimal, apalagi didukung oleh koalisi besar.

Sedangkan, political behavior, lanjut Lujeng, sapaan akrabmya, kemenangan pilkada ditentukan oleh perilaku politik masa. Bagaimana masa mempersepsikan masing-masing calon untuk dipilih.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved