Virus Corona di Banyuwangi

Tinjau Klaster Covid-19 di Ponpes Banyuwangi, Khofifah Pastikan Suplai Makanan Cukup Selama Isolasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan ke Pesantren Darussalam Blokagung guna memastikan soal penanganan.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Pipin Tri Anjani
Surya/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan ke Pesantren Darussalam Blokagung Kabupaten Banyuwangi, Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Klaster Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Kabupaten Banyuwangi menjadi perhatian besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hari ini, Rabu (2/9/2020), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan ke Pesantren Darussalam Blokagung guna memastikan bahwa penanganan klaster pondok pesantren sudah berjalan optimal.

Sebagaimana diketahui bahwa ada sebanyak lebih dari 600 santri Ponpes Darussalam Blokagung yang diketahui positif Covid-19 dan dalam kondisi OTG. Lalu ada sebanyak 80 santri yang positif Covid-19 dengan gejala ringan. Sedangkan 4320 santri yang lain telah menjalani swab test dan sedang menunggu hasil.

Canda Andre Taulany Sebut Anak Pungut di Depan Betrand Peto: Kamu Juga Kan?, Anak Ruben Menunduk

Profil Biodata Armuji, Cawawali yang Direkom PDIP untuk Pilwali Surabaya, Simak Kiprahnya

Dalam kunjungannya hari ini, Gubernur Khofifah yang disambut langsung oleh pengasuh Ponpes Nyai Nihayatul menyempatkan diri bersapa dengan para santri yang tengah diisolasi. Sapaan itu dilakukan dari jarak jauh tepatnya dari belakang gedung asrama tempat mereka diisolasi.

Santri yang tengah menjalani isolasi tersebut pun antusias memanggil nama gubernur sembari melambaikan tangan.

“Jadi menang saya datangnya hari ini, tim dari Dinas Kesehatan jatim sudah sampai sini sejak tanggal 19 Agustus lalu bersama dengan Dokter Kohar koordinator tracing. Ada lima rumah sakit di Pemprov yang juga akan support di sini secara bergilir, bahkan ada yang disiapkan standby di komplek Ponpes Darussalam,” kata Khofifah.

Pemprov Jatim juga sudah mengedrop pemenuhan kebutuhan masker, vitamin dan juga hand sanitizer. Termasuk saat penanganan yang membutuhkan proses swab test.

Selain dilakukan dari Kemenkes, Pemkab, Pemprov Jatim juga telah mengirimkan 17 tim swab yang sama sama melakukan tes usap pada santri maupun guru di Ponpes Darussalam.

Dua Pekan Kasus Covid-19 di Kota Madiun Melonjak, Maidi Berlakukan Jam Malam dan Tutup 10 Ruas Jalan

“Penanganan terstruktur yang juga kita lakukan adalah siapapun santri yang kini tengah menjalani isolasi kita pastikan gizinya tercukupi,” tegas Khofifah.

Untuk itu pagi ini ia juga mengunjungi posko dapur umum yang didirikan berjarak lima menit dari Pondok Pesantren Darussalam. Dapur umum tersebut mampu memproduksi nasi kota sebanyak 6.000 buah per hari. Yang dikerjakan Tagana, BPBD, TNI Polri, dan juga dibantu warga sekitar.

“Saya koordinasikan Pangdam, Pangdam, Dandim, Bupati, agar sama sama dengan tim Dinsos melakukan cek kecukupan kalori, gizi, dan pastikan makanannya secure melalui proses security food,” ucapnya.

Ia ingin sejak isolasi pesantren dimulai pada tanggal 30 Agutus 2020 hingga 14 September 2020 kebutuhan di sana terpenuhi. Ia meminta Imunitas santri guru dikuatkan, salah satunya melalui senam bersama dan berjemur.

Tak lupa ia meminta agar stigma pada keluarga maupun pasien Covid-19 bisa dihilangkan. Pavc ccsalnya stigma yang muncul di masyarakat terhadap klaster Ponpes Darussalam ini terbilang berat. Bahkan ia mendengar ada salah satu wali santri yang dirumahkan dari pekerjaannya usai mengetahui anaknya nyantri dan terpapar Covid-19.

Keluarga Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Sampang akan Dapatkan Bantuan Rp 15 Juta dari Kemensos

“Kami berharap stigma yang kena Covid-19 tidak berlanjut. Tokoh masyarakat di sini, saya minta sipaya dilakukan rapid test atau swab test sehingga nggak mencampuradukkan antara santri yang sedang mondok dengan keluarganya yang bekerja. Jadi kejadian dirumahkan tidak terulang lagi,” tandasnya.

Hingga saat ini seluruh santri yang positif Covid-19 bertahap di karantina di dalam Pondok Pesantren Darussalam. Santri yang positif maupun negatif dipisahkan dengan gedung yang berbeda. Namun masyarakat di dalam Ponpes dilarang keluar dan yang diluar di dalam tidak boleh memasuki area pondok.

“Kalau terkait rencana pemilahan, kami sudah terkomunkasi dengan pengasuh, kita sudah melihat kapasitas di titik ini ada rusunawa kapasitas 100 lalu di sisi lakn berapa-berapa, kita sudah ada. Kita juga sudah siapkan bed. Tapi semua kita serahkan pada koordinator yang menangani teknis di Darussalam,” pungkas Khofifah. (SURYA/Fatimatuz Zahroh)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved