Virus Corona di Tulungagung
Pemkab Tulungagung Merekrut Relawan Penanggulangan Covid-19 dari Kalangan Anak Muda
39 anak muda direkrut menjadi relawan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebanyak 39 anak muda direkrut menjadi relawan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Mereka akan membantu kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung untuk mengedukasi masyarakat.
Menurut Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, sebenarnya para relawan ini sudah bekerja sejak tiga bulan lalu.
Namun kini secara resmi mereka dilembagakan di bawah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dengan pertimbangan untuk menghargai kerja-kerja mereka.
“Selama ini mereka sudah banyak membantu selama tiga bulan terakhir dalam menghadapi pandemi. Kini keberadaan mereka mendapat pengakuan secara resmi,” terang Maryoto Birowo, Rabu (9/9/2020).
Para relawan ini direkrut dari unsur kepemudaan yang selama ini aktif di tempat karantina pasien.
• Disperumkim Petakan 320 Hektare Kawasan Kumuh di Tulungagung, Tersebar di Lima Kecamatan
• Terjadi Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19 di Tulungagung Selama 11 Hari, Warga Termakan Isu Konspirasi
Mereka antara lain dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ), BEM di Tulungagung, Tagana, serta komunitas lain.
Sebagai relawan yang diakui, mereka juga akan mendapatkan insentif sesuai kinerja masing-masing.
“Mereka akan bekerja di bawah Gugus Tugas. Mereka juga akan membuat laporan kegiatan yang sudah dilakukan, sebagai dasar insentif,” sambung Maryoto.
Namun Maryoto enggan merinci insentif yang bakal diterima para relawan ini.
Salah satu tugas para relawan ini nantinya memberi pendampingan mantan pasien Covid-19.
• Bak Adegan Film, Mobil Penuh Ciu di Tulungagung yang Kabur Dihentikan Polisi dengan Tembakan
• 2.773 Aparat Gabungan Bakal Amankan Acara Pengesahan Anggota Baru PSHT Tulungagung
Sebab mereka yang sudah sembuh biasanya masih mendapatkan stigma negatif dari lingkungan.
“Pasien yang baru sembuh nantinya akan mendapat pendampingan. Sekaligus juga akan ada edukasi untuk lingkungannya,” ungkap Maryoto.
Dengan edukasi dari para relawan diharapkan mantan pasien bisa diterima dengan baik.
Selebihnya para relawan ini akan melakukan penguatan protokol kesehatan di masyarakat.
• Jalur Tulungagung-Ponorogo di Desa Kradinan Ambrol, Tersisa Sepertiga Jalan yang Bisa Dilalui
• Gardu Pandang Pantai Gemah Tulungagung Mangkrak, Belum Satu Tahun tapi Sudah Rusak
Apalagi saat ini jumlah pasien di Tulungagung cenderung mengalami kenaikan.
“Mereka akan bekerja selama masa pandemi belum dicabut,” pungkas Maryoto.
Editor: Dwi Prastika