Polisi Periksa Delapan Saksi Kasus Pelemparan Molotov di Dua Rumah Warga di Trenggalek
Satreskim Polres Trenggalek telah memeriksa delapan saksi dalam kasus pelemparan bom molotov di dua rumah warga di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Satreskim Polres Trenggalek telah memeriksa delapan saksi dalam kasus pelemparan bom molotov di dua rumah warga di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Delapan saksi itu adalah orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara serta para korban.
"Sudah ada delapan yang kami periksa," kata Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Bima Sakti kepada TribunJatim.com, Jumat (11/9/2020).
Dari pemeriksaan di saksi-saksi itu, polisi mengantongi beberapa fakta baru. Namun, Bima belum menjelaskan detail terkait fakta-fakta yang timnya dapat.
Salah satu informasi yang diterima dari salah satu saksi, yakni dugaan pelaku yang berjumlah dua orang. Mereka berboncengan mengendarai motor skutik dengan kecepatan yang kencang ketika melintas di depan rumah salah satu korban.
• Maia Estianty Sorot Foto Intim Al Ghazali & Alyssa Daguise, Ehem, Istri Irwan Mussry Banjir Protes
• Rizki DA Dinyinyiri Alay Pasca Heboh Rumah Tangga, Video Goyang TikTok Bareng Ridho Panen Hujatan
• Daftar Harga Mobil Bekas Toyota Kijang Innova September 2020, Mulai Tipe J Grand New 2011 Rp110 Juta
"Informasi dari pelaku ini akan kami padukan dengan bukti-bukti yang ada di lapangan," sambung Bima kepada TribunJatim.com.
Salah satu alat bukti yang polisi dapat, yakni pecahan kaca dari botol yang dipakai sebagai bom molotov.
Di dua lokasi, botol yang digunakan diduga sejenis: botol bensin eceran ukuran satu liter.
Bima mengaku, belum mengetahui detail bahan bakar yang dipakai di botol tersebut untuk menjadi bom molotov.
"Masih menunggu dari pengecekan tim Polda," ucap dia kepada TribunJatim.com.
Diberitakan sebelumnya, dua rumah di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek menjadi sasaran pelemparan molotov oleh orang tidak dikenal.
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan, pelemparan molotov itu terjadi pada Rabu (9/9/2020) dini hari. Tepatnya antara pukul 02.00 WIB sampai 02.30 WIB.
"Di mana terdapat dua TKP (Tempat Kejadian Perkara). Pertama di rumah saudara Heri Sulistiawan di RT 24 RW 08. Dan kedua di rumah Musnan di RT 34 RW 09," kata jelas Doni.
Molotov yang dilempar di dua rumah itu memiliki jenis yang sama. Yakni berwadah botol bensin eceran ukuran 1 liter.
Pelemparan molotov oleh orang tak dikenal itu menyebabkan Sri Haryati, seorang gadis 15 tahun, mengalami luka bakar. Ia kini masih dirawat di Puskesmas setempat.
Doni menerangkan, Sri adalah anak dari Musnan. Ketika orang tak dikenal melempar molotov ke rumahnya, anggota keluarga itu sedang tidur bersama di ruang tamu.
Lemparan molotov itu menyebabkan kaca depan rumah pecah. Api dari molotov juga membakar beberapa barang di dalam rumah. Termasuk Sri.
Sementara di rumah Heri Sulistiawan, lemparan molotov mengenai tembok dan tak sampai menimbulkan korban luka.
Sementara itu, tim direktorat kriminal umum Polda Jatim juga telah datang ke Trenggalek untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka memeriksa berbagai barang yang ada di lokasi. (fla/Tribunjatim.com)