Breaking News:

Pilkada Sumenep

Achmad Fauzi-Dewi Khalifah Dapat Teguran Keras Saat Mendaftar Pilkada Sumenep, Ini Tanggapan Timses

Hosnan Abrori menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan pada pendukung Achmad Fauzi-Dewi Khalifah untuk tidak ikut dan meramaikan saat mendaftar ke KPU.

TRIBUNJATIM.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Bacabup Sumenep, Achmad Fauzi saat keluar dari makam raja-raja Sumenep sebelum mendaftarkan diri ke KPU untuk maju di Pilkada Sumenep 2020, Jumat (4/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan teguran keras kepada 72 calon kepala dan wakil kepala daerah di Indonesia yang dinilai melakukan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan virus Corona ( Covid-19 ) dalam tahapan Pilkada 2020, Kamis (10/9/2020).

72 kepala daerah ini merupakan calon petahana yang akan berkontestasi di Pilkada 2020.

Kemendagri juga mengumumkan nama-nama ke-72 orang tersebut.

Untuk wilayah Jawa Timur, ada tiga calon petahana yang disebut dalam teguran itu, di antaranya Bupati Jember Faida, Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Menanggapi teguran keras secara tertulis dari Mendagri melalui gubernur Jawa Timur karena telah menimbulkan kerumunan massa konvoi kendaraan pada saat mendaftar sebagai calon kepala daerah, TribunJatim.com melakukan konfirmasi terhadap Bacabup Sumenep, Achmad Fauzi melalui Tim Sukses (Timses) pemenangan pasangan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah, Hosnan Abrori, Sabtu (12/9/2020).

"Kita sudah komunikasi dengan KPU jika kita hanya diberi kuota sekitar 25 orang yang mengantar selain dari ketua dan sekretaris partai pengusung, juga dari pasangan calon atau suami istri," kata Hosnan Abrori.

Daftar Kekayaan Dua Bacalon Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Fattah Jasin di Pilkada 2020

Hosnan Abrori menegaskan, pihaknya juga sudah menyampaikan pada pendukungnya untuk tidak ikut dan meramaikan saat mendaftar ke KPU, karena sudah dibatasi dan ditetapkan oleh KPU dan Panwas.

"Tapi kenyataannya di lapangan yang hadir banyak, tapi kita sudah memberikan pemberitahuan sebelumnya pada pihak partai pengusung. Kita sudah ngasih tahu, tapi ternyata, apa yang bisa kami lakukan, kita saat itu nggak bisa menahan mereka. Masak kami mau ngusir mereka, kan ngak mungkin," ungkapnya.

Hosnan Abrori menegaskan, tak ada instruksi langsung dari cabup-cawabup untuk mengerahkan massa.

Didukung Enam Partai, Fattah Jasin Optimistis Bisa Menangkan Pilkada Sumenep 2020

"Tidak ada intruksi langsung untuk meramaikan, kita sudah tahu jika dari KPU ada imbauan untuk aturan-aturan Covid-19," ujarnya.

Untuk ke depan, dia akan meminta pendukung tidak berkerumun, karena berpotensi menimbulkan penyebaran Covid-19.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved