Breaking News:

Pengembang Mulai Melirik Konsep Perumahan untuk Milenial, DP Rp 5 Juta Bisa Menghuni Rumah Baru

Saat ini, pengembang mulai memperhatikan konsep perumahan untuk milenial. Harga dan model angsuran, sudah disesuaikan dengan pendapatan milenial.

TRIBUNJATIM.COM/AKIRA TANDIKA
Bendahara Umum Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Nurhadi mengatakan, pengembang mulai melirik konsep perumahan untuk milenial, Sabtu (12/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Akira Tandika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Siapa bilang kaum milenial tidak bisa memiliki rumah sendiri?

Saat ini, pengembang mulai memperhatikan konsep perumahan untuk milenial.

Menurut Bendahara Umum Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat ( Himperra ), Nurhadi, saat ini telah banyak perumahan yang dibangun untuk milenial.

"Maksudnya, untuk harga dan model angsuran, sudah sangat disesuaikan dengan pendapatan milenial," ujarnya, Sabtu (12/9/2020).

Nurhadi mencontohkan salah satu perumahan yang mengusung konsep milenial adalah Blukid Residence 3 Sidoarjo.

"Cukup dengan membayar uang muka Rp 5 juta, mereka sudah bisa menghuni rumah baru," tuturnya.

Gairahkan Pasar Properti di Tengah Pandemi, Intiland Luncurkan Klaster Baru di Graha Natura Surabaya

Kaum Milenial Ikut Ambil Bagian dalam Lomba Jamu Gendong di Tulungagung

Nurhadi menganggap milenial bukan lagi orang yang menggantungkan hidup mereka pada orang lain. Bahkan untuk membeli gadget puluhan juta pun mereka sudah sanggup.

"Masa membayar uang muka Rp 5 juta nggak bisa? Nah, semangat ini yang ingin kami sampaikan pada milenial. Agar mereka juga bisa mempersiapkan masa depan lebih matang," ungkapnya.

Nurhadi melanjutkan, selama masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ), ia merasakan adanya perubahan pola pembelian, yakni sejak memasuki kuartal pertama tahun 2020 hingga kuartal keempat.

"Pertama agak terasa, kedua mulai terasa, ketiga terasa, dan keempat lebih terasa," kelakarnya.

Semen Indonesia Gandeng BTN Sinergi Pembangunan Perumahan Era Normal Baru, One Day One Home

Pelajar SMP di Surabaya Mengolah Sampah Kemasan Sachet Menjadi Berbagai Produk Ekonomis

Nurhadi menggantungkan harapannya di kuartal keempat tahun ini, lantaran sudah tidak adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) seperti beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, Nurhadi berharap agar pemerintah segera membuka jalan agar perekonomian kembali tumbuh.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Akira Tandika
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved