Ini Rencana Batik Wisatara Usai Terpilih Jadi Mitra PKS Dinas Sosial Jatim

Batik Wistara terpilih menjadi satu di antara mitra program Pengembangan Kesejahteraan Sosial (PKS) yang dibentuk oleh Dinas Sosial Jawa Timur.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Owner Batik Wistara Ariyono Setiawan (jas biru) menandatangani MoU program Pengembangan Kesejahteraan Sosial (PKS) yang dibentuk oleh Dinas Sosial Jawa Timur. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Batik Wistara terpilih menjadi satu di antara mitra program Pengembangan Kesejahteraan Sosial (PKS) yang dibentuk oleh Dinas Sosial Jawa Timur.

Hal ini tentu disambut baik oleh Owner Batik Wistara Ariyono Setiawan. Ia mengaku sangat senang lantaran telah dipercaya dan menjadi bagian penting dari Dinas Sosial.

"Dengan kabar baik ini, juga dapat memacu semangat adik-adik untuk dapat mengembangkan skill mereka ke depannya," ujar Ariyono Setiawan kepada TribunJatim.com.

Aryo mengaku berencana memberikan pelatihan pada anak-anak yang berada di Batik Wistara sebagai bekal di sama depan.

"Pelatihan enterpreneur yang ingin dibuat Batik Wistara ini bertujuan agar adik-adik bisa mandiri setelah lulus dari tempat kami nantinya," terang Ariyono Setiawan kepada TribunJatim.com.

Kepergok Tidak Pakai Masker, 13 Karyawan Bank dan Salon di Kota Mojokerto Disanksi Denda Rp 200 Ribu

Nonton Online Drama Korea Record of Youth Sub Indo Episode 1-3 (On Going), Link Streaming di Sini!

Bidik Pasangan Muda Generasi Milenial, Rumah Pantas Seharga Rp 150 Juta Hadir di Gresik

Beberapa waktu lalu, Dinas Sosial Jatim melakukan PKS dengan beberapa perguruan tinggi dan pengusaha agar untuk memberikan kesempatan pada teman-teman penyandang disabilitas binaan Dinsos Jatim supaya mendapat pengetahuan lebih luas.

Kepala Dinas Sosiall Jatim, Alwi mengatakan, perguruan tinggi yang bekerja sama bisa memberikan peningkatan ilmu di bidang pendidikan.

"Sementara beberapa pengusaha yang kami ajak melakukan kerja sama, diharapka mampu membagikan skill kepada anak-anak binaan," tutur Alwi.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan upaya semaksimal mungkin agar penyandang disabilitas tak dianggap beban lagi dengan memberikan beberapa skill dan wawasan untuk bertahan hidup serta mengembangkan diri.

"Ke depan, kami akan melakukan upaya agar mereka tidak lagi menjadi beban. Tapi mereka bisa mandiri atau bahkan bisa mempekerjakan orang. Jadi mereka akan terentas dari dunia kemiskinan, bisa hidup layak, dan dapat menikmati kesejahteraan," tutupnya.(Akira/Tribunjatim.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved