Breaking News:

Pengakuan Pembunuh Pensiunan Polisi di Sidoarjo, Sakit Hati Dituduh Mencuri, Terkuak Cara Beraksinya

Inilah pengakuan pembunuh pensiunan polisi di Sidoarjo. Pelaku ngaku sakit hati karena dituduh mencuri uang.

istimewa
ilustrasi tewas 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Inilah pengakuan pembunuh pensiunan polisi di Sidoarjo.

Pelaku ngaku sakit hati karena dituduh mencuri uang.

Simak pengakuan lengkapnya di sini!

Akhirnya terungkap, kasus pembunuhan pensiunan polisi berusia 79 tahun yang tinggal di Kelurahan Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Pelaku berhasil ditangkap petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo, dan sudah diamankan.

Sidoarjo Geger, Pensiunan Polisi Ditemukan Tewas, Ada Sayatan di Lehernya, Dibunuh

Pelaku pembunuhan pensiunan polisi Kecamatan Porong, Sidoarjo ternyata keponakan sendiri, jalani pemeriksaan penyidik di Polresta Sidoarjo, Senin (14/9/2020).

"Pelaku masih menjalani pemeriksaan penyidik," kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Senin (14/9/2020).

Informasi yang dihimpun Tribun Jatim, pembunuh itu diketahui berinisial HP, pemuda 23 tahun asal Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Pelaku selama ini tinggal di tempat kos Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Yang mengagetkan, pelaku ternyata keponakan korban sendiri.

Dia ditangkap petugas saat berada di sebuah warung kopi di Kelurahan Juwet Kenongo, Porong.

Kepada polisi, HP mengaku tega menghabisi nyawa pamannya karena sakit hati.

Dia marah dan tidak terima karena dituduh telah mencuri uang.

Dia menghabisi nyawa korban dengan cara memukulkan kayu ke leher sebelah kiri korban.

Beberapa kali pukulan itu mengakibatkan sejumlah luka hingga korban meninggal dunia.

Pengakuan ini cocok dengan beberapa luka yang ditemukan petugas di tubuh korban.

Usai menghabisi nyawa pamannya, pelaku ternyata tidak kabur ke lokasi yang jauh.

Senin dini hari, beberapa jam setelah korban ditemukan, pelaku berhasil ditangkap di sebuah warung kopi di Kelurahan Juwet Kenongo.

"Sekira pukul 02.00 WIB pelaku ditangkap. Dia langsung dibawa ke Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan," lanjut kasat reskrim.

Peristiwa itu sendiri pertama diketahui pada Minggu (13/8/2020) malam. Sekira pukul 18.30 WIB, anak korban bernama Dadang Tjahyono datang ke sana untul menjenguh ayahnya.

Ketika sampai, Dadang melihat semua lampu rumah dalam kondisi mati. Pintu rumah juga dalam kondisi tertutup dan terkunci semua.

Dadang berusaha masuk ke rumah ayahnya lewat jendela. Setelah berusaha merusak jendela di bagian kiri rumah, Dadang baru bisa masuk. Dia lantas menghidupkan beberapa lampu di rumah tersebut.

Saat itulah, dia dikagetkan dengan kondiai sang ayah yang sudah tergeletak tak bernyawa. Dan setelah dicek, ada beberapa luka di bagian leher korban.

Dadang kemudian melapor ke Polsek Porong.

Tak lama berselang petugas datang ke lokasi. Memeriksa jenazah korban dan sempat melakukan olah TKP.

Dari penyelidikan yang dilakukan, dugaan mengarah ke pelaku. Petugas pun mengejarnya. Dan tak sampai lama, pelaku pembunuhan itupun tertangkap.

Penulis: M Taufik
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved