Curhat Pilu Suami Korban Dukun Cabul di Gresik, Istri Dinodai Pelaku Berulang Kali Saat Sakit
Inilah curhatan pilu suami yang istrinya dinodai dukun cabul. Sang suami mengaku, istrinya dinodai pelaku sebanyak empat kali.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Inilah curhatan pilu suami yang istrinya dinodai dukun cabul.
Sang suami mengaku, istrinya dinodai pelaku sebanyak empat kali.
Simak curhatan lengkapnya di sini!
Curahan hati suami dari korban 'dukun' cabul meminta agar polisi segera menangkap pelaku.
Pasalnya, mereka tidak ingin ada korban lagi.
Seperti yang dialami M warga Kecamatan Kebomas, Gresik ini mengeluarkan segala uneg-unegnya atas musibah yang menimpa istrinya itu. M tidak sendiri, empat temannya mengalami nasib serupa.
Disetubui oleh pria yang merupakan dukun cabul berinisial IAK berusia 50 tahun.
• Jaksa Tuntut Pendeta Hanny 10 Tahun Penjara Atas Kasus Dugaan Tindakan Pencabulan
"Saya dengar sekarang laporan saya di Polda dilimpahkan ke Polres Gresik. Saya minta polisi cepat menangkap sebelum dia kabur dan banyak korban lagi," ucap M, Senin (14/9/2020).
M menceritakan kondisinya saat ini, ia berusaha berdamai dengan keadaan. Perasaanya mampu memaafkan perbuatan istrinya namun tidak dengan si pelaku yang saat ini masih bebas berkeliaran.
Ia tidak menyangka, pelaku berinisial IAK itu tega menyetubuhi istrinya yang sedang sakit berulang kali.
Total empat kali, istrinya disetubuhi pelaku.
"Setelah mengaku, disetubuhi di kamar rumah, sama tempat pelaku di Surabaya," terangnya.
Padahal hubungan M dengan pelaku adalah guru dan murid.
Selalu mengaji bersama, berdzikir. Hingga dia menganggap bahwa pelaku orang pintar mampu menyembuhkan penyakit.
Pembawaan pelaku yang tampak agamis itu membuatnya percaya. Ketika itu, istrinya mengeluh sakit, pelaku datang dan melakukan doa bersama di rumah.
M pun dimintai tolong ibunya, ia meninggalkan istri dan pelaku beserta temannya yang sedang berdzikir.
"Ternyata di dalam kamar istri saya ditiduri," kata dia.
Kemudian, istrinya yang bekerja di salah satu perusahaan di Gresik pun izin kepadanya untuk berobat ke rumah pelaku di Surabaya.
M curiga, sebagai suami ia tidak dimintai tolong. Setelah pulang dari Surabaya, ia mengecek handphone istrinya dan menemui banyak panggilan keluar dari pelaku dan chat WhatsApp yang tidak senonoh.
"Istri saya ngaku, tapi pelaku ini malah tidak mengaku. Ngakunya transfusi ilmu penyembuhan penyakit dengan berhubungan badan," kata dia.
Saat itu, pelaku sulit dihubungi. Ia pun menceritakan peristiwa pilu kepada teman-temannya. Ternyata, mereka mengalami hal yang sama. Istrinya ditiduri pelaku dengan alasan pengobatan.
"Ada empat orang teman saya istrinya ditiduri pelaku," tutupnya.
Hal inilah yang membuatnya bersama suami korban 'dukun' cabul lainnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim pada, Sabtu (5/9/2020). Laporan itu tertuang dalam Surat Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/705/IX/RES.1.11/2020/UM/SPKT Polda Jatim.
Total ada tujuh orang yang bersuara. Dua diantaranya warga Surabaya, satu orang warga Malang. Sisanya adalah warga Gresik.
"Saya minta tolong polisi segera tangkap pelakunya. Kami siap dimintai keterangan," kata M.
M mengaku masih melihat pelaku aktif bermain di media sosial facebook (FB). Membuat status dengan quote di FB.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Gresik, AKP Bambang Angkasa belum bisa berbicara banyak.
"Saya cek dan konfirmasi dulu ya," pungkasnya. (wil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-pencabulan-anak-di-bawah-umur-yang-terjadi-di-bima.jpg)