Breaking News:

BPCB Jawa Timur Sebut Fragmen Porselen Kalsedon Hijau yang Ditemukan di Bondowoso dari Dinasti Yuan

BPCB Jawa Timur mengidentifikasi bila fragmen porselen kalsedon hijau yang ditemukan di Bondowoso berasal dari Dinasti Yuan antara abad ke 13-14.

TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Abdul Ghani, warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso, menemukan benda-benda kuno seperti batu bata merah dengan corak garis melengkung dan lurus, fragmen porselen (keramik) bermacam warna, saat menggali sumur dekat rumahnya, Rabu (16/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Selain menemukan batu bata merah, Abdul Ghani, warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso, juga mendapatkan fragmen porselen putih dan kalsedon hijau, mangkok bermotif titik putih menyerupai awan, juga kerangka tulang.

Temuan itu didapat Abdul Ghani seusai menggali tanah di samping kanan rumah untuk mencari sumber air.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya atau BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya mengidentifikasi bila fragmen porselen kalsedon hijau berasal dari Dinasti Yuan antara abad ke 13-14.

Fragmen porselen putih juga berasal dari Dinasti Yuan awal atau Dinasti Song akhir abad 12-13.

Dilihat dari ciri-ciri berat porselen yang ringan, benda ini diproduksi di Donghua, China.

Berawal dari Mimpi Sang Istri, Pria Bondowoso Temukan Benda-benda Kuno Saat Gali Sumur

BPCB Jawa Timur Meninjau Langsung ke Dalam Sumur Warga Bondowoso, Ada Struktur Batu Bata Merah

"Untuk mangkok motif titik-titik putih menyerupai awan di cekungannya cenderung modern. Tak ditemukan keramik atau porselen dari Dinasti Ming atau Dinasti Yuan yang berbentuk seperti itu," ungkapnya, Rabu (16/9/2020).

Terkait kerangka tulang yang ditemukan Abdul Ghani, lanjut Wicaksono Dwi Nugroho, cenderung tidak dari abad ke-14.

Keramik yang ditemukan Abdul Ghani, warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso, ketika menggali sumur, Senin (31/8/2020). Diduga peninggalan kerajaan.
Keramik yang ditemukan Abdul Ghani, warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso, ketika menggali sumur, Senin (31/8/2020). Diduga peninggalan kerajaan. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Sebab, temuan sedimennya tak mendukung terjadinya pemfosilan.

"Karena, kami tidak pernah menemukan kerangka dari abad ke-14. Kecuali, kerangka tersebut terfosilkan. Tak mungkin kerangka itu utuh tanpa proses fosil (pengawetan secara alami) terlebih dahulu. Itu mungkin kerangka hewan," pungkasnya.

Desa Banyuputih Ditunjuk Ikuti Lomba Desa Tangguh Bencana Jatim, BPBD Bondowoso Beber Alasannya

Perbup Ponorogo Segera Direvisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Didenda Rp 250 Ribu

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved