Pertamina Gandeng Warga Bantaran Sungai di Surabaya Kembangkan Olahan Eceng Gondok
Pertamina melalui Integrated Terminal (IT) Surabaya Group menggandeng Forum Kota Sehat (FKS) Surabaya mencoba memberikan solusi
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus menggelar program pelatihan pembuatan sabun dan sampo dengan bahan baku Eceng Gondok di Surabaya, pada Kamis (17/9/2020).
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Pertamina terhadap lingkungan dan juga kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasinya.
Eceng Gondok terkenal sebagai tanaman yang dapat menghambat aliran air sungai dikarenakan jumlahnya yang banyak berada di bantaran sungai.
• Pembeli Celana Dalam Bekas Dinar Candy Rp 50 Juta Langsung Lunas, Sosok Dikuak, Dinar Haru: Sold Out
Untuk itu dalam pelatihan ini, Pertamina melalui Integrated Terminal (IT) Surabaya Group menggandeng Forum Kota Sehat (FKS) Surabaya mencoba memberikan solusi untuk memberikan nilai tambah terhadap Eceng Gondok sekaligus dapat mengatasi solusi kebersihan di bantaran sungai.
Integrated Terminal Manager Surabaya Group, Basuki Santoso menyampaikan bahwa di masa Pandemi Covid-19, Pertamina dengan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat berusaha untuk memberikan solusi untuk memberikan nilai tambah bagi suatu barang baku menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
• Rizky Billar Malas Dicecar soal Hubungan dengan Lesty Kejora, Sebut Penonton Sudah Bosan: Skip Aja
• Viral, Foto Gadis Berjilbab Nyaris Bugil di Tengah Hutan Pinus Probolinggo, Diduga Korban Rudapaksa
“Sasaran dari program ini merupakan masyarakat yang berada di bantaran sungai, salah satunya adalah bantaran sungai Jambangan di Surabaya,” kata Basuki.
Narasumber dari FKS Surabaya, Lulut Sri Yuliani menuturkan bahwa Eceng Gondok apabila diolah dengan benar dapat memberikan manfaat yang sangat besar.
“Eceng Gondok yang merupakan salah satu penyebab pengendapan di dasar sungai faktanya dapat diolah menjadi sabun dan sampo dari daun dan bunganya, serta bagian batang bisa diolah menjadi kerajinan tangan dan akarnya dapat dijadikan sebagai pupuk kompos,” jelas Lulut kepada TribunJatim.com
Pelatihan yang dilaksanakan di RW 2, Kecamatan Jambangan ini tidak perlu bersusah payah untuk mencari bahan baku Eceng Gondok, pasalnya Eceng Gondok dapat dengan mudah ditemukan di bantaran sungai dekat dengan pemukiman warga Jambangan tersebut.
“Daripada Eceng Gondok ini menjadi polusi bagi perairan dan menghambat aliran sungai, lebih baik diambil dan dikembangkan lebih lanjut. Selain dapat mengatasi masalah di sungai, akan memberikan nilai tambah dan dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Lulut.
Pertamina berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Jambangan dengan menjadikan sampo dan sabun hasil olahan Eceng Gondok sebagai salah satu sumber pendapatan di masa yang akan datang.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect, selain dapat memberikan kebersihan bagi lingkungan sekitar juga dapat menyejahterakan masyarakat,” ungkap Basuki.
Salah satu peserta pelatihan, Siti Noerkiswati menunjukkan antusiasnya ketika ia mengikuti pelatihan tersebut.
“Disaat Pandemi Covid-19 seperti ini yang membuat banyak masyarakat kesulitan mendapatkan penghasilan, Pertamina bersama dengan FKS Surabaya memberikan solusi dan diharapkan dapat menambah wawasan serta penghasilan dari penjualan sabun dan sampo ini,” ujarnya.
Hindun selaku Lurah dari Jambangan juga memberikan apresiasinya kepada Pertamina dan masyarakat yang telah mengikuti pelatihan pengolahan Eceng Gondok ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-eceng-gondok-di-surabaya-bis-adimanfaatkan.jpg)