Tiga Siswa SDI Sabillilah Malang Raih Prestasi di Olimpiade Internasional SASMO 2020

Tiga siswa SD Islam Sabilillah Malang meraih prestasi di Olimpiade Internasional SASMO (Singapore & Asian Schools Math Olympiad) 2020.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Pipin Tri Anjani
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tiga siswa SDI Sabillilah Malang meraih prestasi di SASMO (Singapore & Asean School Math Olympiad). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tiga siswa SD Islam Sabilillah Malang meraih prestasi di Olimpiade Internasional SASMO (Singapore & Asian Schools Math Olympiad) 2020.

Mereka adalah Arsha Naufal Mauritzan, meraih peringkat pertama dari seluruh peserta dari 16 negara. Ia mendapat medali emas. Sedang M Irsyad Asrif meraih medali perak.

Serta Ayisha Putri Widodo mendapat medali perunggu.

Olimpiade ini diselenggarakan oleh SIMCC (Singapore Internasional Mastery Contest Center).

Bocor Sikap Gading ke Gisel Pasca Cerai, Ayah Gempi Tolak Tegas Eks Istri? Orang Gak Perlu Tahu

Nikita Mirzani Ingin Tambah Anak Lagi dan Sosok Ayahnya Harus Bule: Enggak Masalah Kumpul Kebo

Vindy Foniastuti SPd, Koordinator Prestasi Akademik dan Non Akademik SDI Sabillilah menyatakan, pengumuman lomba baru saja keluar. "Finalnya baru diadakan pada 8 Agustus 2020 lalu karena pandemi Covid-19. Jadi waktunya mundur. Harusnya pada 7 April," jelas Vindy pada suryamalang.com lewat telepon, Minggu (20/9/2020). Kegiatan dilaksanakan secara online.

"Kualitas olimpiade daring sama. Namun soalnya diperbanyak dengan waktunya diperpendek," katanya. Namun ternyata tidak menghalangi kemampuan mereka. Terbukti masih meraih peringkat yang bagus. Dikatakan dia, di SD ini memang ada pembinaan bagi siswa yang akan diikutkan ke olimpiade. Biasanya sekolah mengadakan Olimpiade Sains Sabillilah.

Dari sana, per level kelas ada siswa yang tersaring untuk di kelas olimpiade. Ada siswa yang fokus di mapel Matematika dan IPA. Saat ada mapel tematik IPA dan Matematika, maka mereka akan ikut pembinaan olimpiade. Mereka akan menjalani akselerasi materi. Jika tidak ada mapel tematik itu, mereka akan mengikuti mapel tematik reguler atau pembelajaran biasa.

VIRAL TERPOPULER: Reaksi Istri Korban Mutilasi Kalibata hingga Istri Hamil Didorong Suami ke Jurang

Masa Lalu Via Vallen Terekspos, Lihat Wajah Asli Sebelum Transformasi Artis, Kisah Sekolah Viral

Dikatakan, saat final lalu, mereka tetap diawasi oleh pengawas lomba. Sebab mereka mengerjakan di depan kamera memakai zoom.

Karena soal cukup banyak dan waktunya lebih pendek, maka peserta juga tak akan ada waktu curang. Sebab mereka fokus mengerjakan. Dijelaskan, sekolah sangat fokus mengangkat prestasi siswa. Baik lewat bidang akademis dan non akademis.

"Arah kerja kita seperti itu," jawab Vindy. Adapun negara-negara yang ikut lomba adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Philipina, Brunei, Vietnam, China, India, Bulgaria, Hongkong, Thailand, Iran, Uzbekistan, Turkey, Kamboja dan Brazil. (SURYA/Sylvianita Widyawati)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved