Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Masih Zona Merah, Pemkab Pasuruan Melarang Acara Mendatangkan Massa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memilih cara sedikit ekstrem untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

(Surya/Galih Lintartika)
Bupati Pasuruan Gus Irsyad ketika memberikan keterangan 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memilih cara sedikit ekstrem untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Mulai 24 September hingga 8 Oktober 2020, seluruh kegiatan di Kabupaten Pasuruan yang mendatangkan massa, untuk sementara waktu dihentikan atau ditunda.

Ketentuan tersebut, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Nomor 360/22/COVID-19/IX/2020.

Surat Edaran ini ditandatangani langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Irsyad Yusuf, tanggal 21 September 2020.

Isinya mengatur tentang Pengetatan pemberlakuan Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 36 tahun 2020, Peraturan Bupati Pasuruan nomor 52 tahun 2020.

Tak hanya itu, Penundaan sementara Surat Edaran Bupati tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait Hajatan, Pentas Musik, Seni dan Budaya, TPQ, Madin, serta kegiatan keagamaan lainnya di Kabupaten Pasuruan.

Suami Salat di Masjid, Istri Malah Berbuat Nakal dengan Petugas Satpol PP, Ending Miris: Cuma Ciuman

VIRAL Wanita Pergoki Tunangan Main Serong, 2 Selingkuhan Mengalah, Sikap Sang Pria Malah Tak Pantas

Artis FTV Hana Hanifah sempat Terseret Kasus Prostitusi di Medan, Kini Jualan Bandeng Goreng

Pemkab Pasuruan menghimbau ke masyarakat yang ingin menggelar hajatan, pentas musik, seni dan budaya, diminta untuk menunda sementara waktu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad meminta masyarakat untuk dapat memahami isi dari Surat Edaran ini.

Dijelaskan dia, Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu dari empat daerah yang masih ditetapkan sebagai Kawasan Zona Merah Covid-19 di Jawa Timur.

Oleh karena itu, perlu pengetatan pada seluruh aktivitas masyarakat paska dibukanya kran kegiatan dalam menguatkan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Pasuruan.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved