Breaking News:

Ketua DPD Gerindra Jatim Meninggal Dunia

Soepriyatno Pernah Tolak Pilkada Diselenggarakan Tahun ini, Covid-19 Jadi Pertimbangan

Almarhum Ketua DPD Gerindra Jatim, Soepriyatno, pernah mengajukan usulan agar Pilkada diselenggarakan tahun depan.

istimewa
Ketua DPD Gerindra Jatim, Soepriyatno menyerahkan surat rekomendasi DPP untuk Pilkada Tuban kepada Eko Wahyudi-Agus Maimun. Tampak dalam foto juga hadir Ketua DPC Gerindra Tuban, PAN Tuban dan Nasdem Tuban. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Almarhum Ketua DPD Gerindra Jatim, Soepriyatno, pernah mengajukan usulan agar Pilkada diselenggarakan tahun depan.

Sebelum akhirnya diputus diselenggarakan tahun ini, Soepriyatno menyebut anggaran pilkada bisa dialihkan ke dalam penyelesaian wabah virus Corona atau Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Saat ini memang wabah virus Corona atau Covid-19 sedang merajalela. Kami saat ini tengah melihat rencana Perppu APBN-P yang diajukan pemerintah kepada kita," kata Soepriyatno kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (30/3/2020) lalu.

Menurutnya, dua hal yang seharusnya menjadi fokus APBN-P adalah penyelesaian wabah covid-19 (Corona) dan pemulihan ekonomi.
"Kami melihat rencana solusi dari pemerintah untuk menangani dua isu ini," kata Soepriyatno.

Memburuknya situasi tersebut, menurutnya, cukup relevan apabila KPU sebagai pihak penyelenggara memilih untuk menunda pelaksanaan pilkada.

"Bisa ditunda setahun atau dua tahun. Sebab, menyangkut anggaran juga," katanya.

"Sekarang, anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan dampaknya di ekonomi. Sebab, dampaknya luar biasa, ini bukan main-main," katanya menambahkan.

Website Resmi DPR Dihack Jadi Dewan Penghianat Rakyat Viral, Tolak UU Cipta Kerja, Sekjen: Editan

129 Pengunjuk Rasa Yang Ditahan di Mapolreta Malang Kota Dilakukan Rapid Test, Ini Hasilnya

Thalia Onsu Gemetaran Dipaksa Betrand Peto, Ruben Onsu Histeris Lihat Kondisi Anak, Lihat Endingnya

Di bidang ekonomi, Soepriyatno menyebut adanya pelemahan sektor industri dan wirausaha. "Jangan sampai para pengusaha melakukan PHK. Ini malah bikin runyam lagi. Sehingga, disini lah peran pemerintah akan hadir," katanya.

Apabila dipaksakan, selain peserta pemilu, risiko yang sama juga akan diterima oleh penyelenggara pemilu apabila tetap melanjutkan tahapan di tengah pandemi.

"Pilkada kan juga ada tahapan. Beberapa tahapan kalau sudah dilakukan dalam situasi seperti ini kan juga repot," katanya saat dikonfirmasi kembali pada Mei lalu.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved