Perusuh Demo Surabaya Teridentifikasi Hanya Sebagian Kecil Kelompok Anarcho, Bergerak Lewat Medsos
Polisi mengatakan jika hasil analis menunjukkan sebagian kecil diantara mereka yang diamankan merupakan kelompok dari Anarcho Syndicalism.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi rusuh saat demonstrasi tanggal 8 Oktober di Surabaya lalu masih segar diingatan masyarakat.
253 pemuda diamankan di Mapolrestabes Surabaya, sementara ratusan lainnya dibawa ke Mapolda Jatim.
22 orang tersangka ditetapkan Satreskrim Polrestabes Surabaya, sementara 14 orang ditetapkan tersangka oleh Ditreskrimum Polda Jatim.
Selebihnya, mereka dipulangkan ke orang tuanya dengan mendapat imbauan serta pembinaan selama hampir 1x24 jam.
"Didominasi oleh anak-anak, beberapa diantaranya dewasa diatas 18 sampai 23 tahun," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir, Jumat (9/10/2020) kemarin.
• Aksi Joget Tik Tok saat Demo UU Ciptaker Viral, Ternyata Para Mahasiswi Seni Tari, Siapa Sosoknya?
• Ada Sosok Penunggang Demo Tolak UU Cipta Kerja? Luhut Tahu: Birahi Kekuasaannya Ditahan Dulu
Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo juga mengatakan jika hasil analis tim Satreskrim Polrestabes Surabaya menunjukkan, sebagian kecil diantara mereka yang diamankan merupakan kelompok dari Anarcho Syndicalism.
"Pemeriksaan kami lakukan setelah itu baru pembinaan dan imbauan. Kami menyentuh hati nurani mereka karena memang mereka masih banyak anak-anak yang mudah terprovokasi. Sebagian memang mengakui jika bergerak atas nama Anarcho," kata Hartoyo, Sabtu (10/10/2020).
Hartoyo memastikan, sebagian besar dari mereka yang diamankan tidak mengetahui sama sekali substansi demonstrasi.
Mereka bergerak tanpa komando melalui provokasi di media sosial. Sementara sebagian diduga dimobilisasi.
"Jadi anak-anak ini diajak oleh temannya kemudian dipengaruhi melalui seruan media sosial terkait aksi. Tapi mereka sendiri tidak tahu substansi apa yang harusnya disampaikan. Hanya saja kami menduga ada kelompok yang sengaja memobilisasi massa tersebut. Masih kami dalami," sebutnya.
Hal itu bisa dilihat saat Surya.co.id (grup TribunJatim.com) berada di lokasi demonstrasi tepat di depan gedung Grahadi Surabaya.
Anak-anak muda berpakaian serba hitam dengan penutup wajah dan sebagian mengenakan seragam pelajarnya itu tidak satupun yang berorasi.
• Viral Emak-emak Naik Motor Bawa Puluhan Bebek Terobos Barikade Polisi saat Demo, Ini Kronologinya
• Jennifer Jill Berenang Tiap Habis Mabuk, Ajun Malah Jatuh Hati, Gak Bisa Ngerem, Melaney: Gila Ya
Mereka menguasai lokasi demonstrasi yang seharusnya akan digunakan para buruh dan mahasiswa.
Jumlah mereka ribuan massa, datang secara bergelombang.
"Tidak ada orasi atau tuntutan yang berkaitan dengan substansi. Mereka langsung merusak pagar kawat berduri yang disiapkan oleh polisi. Kemudian merusak pagar melakukan vandalisme dan pelemparan ke arah Polri dan TNI yang berjaga di depan gedung Grahadi," terang perwira dua melati di pundak itu.