Breaking News:

Sakit Tak Ada yang Merawat, Kakek 90 Tahun di Magetan Tewas Membusuk di Kamarnya: Diduga Kelaparan

Kakek Markaban (90) warga Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan tewas membusuk di kamar. Diduga kelaparan. Begini kata Kapolsek Parang.

SURYA/DONI PRASETYO
Aparat kepolisian sektor Parang, Resor Magetan melakukan identifikasi dirumah Kakek Markaban dan mengevakuasi jenazahnya untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kakek Markaban (90) warga Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, ditemukan membusuk dikamarnya.

Diduga sang kakek meninggal kelaparan, lantaran sakit tidak ada yang menyediakan makanan.

"Hasil visum dan identifikasi petugas, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan ditubuh korban. Almarhum meninggal dipastikan karena sakit yang dideritanya,"kata Kapolsek Parang Resor Magetan AKP Suyono, kepada awak TribunJatim.com, Minggu (11/10/2020).

Hal Ini yang akan Dikonfirmasi Madura United dalam Agenda Manajer Meeting Selasa Besok

Besok Senin Ada Ops Tertib Lantas Semeru di Tuban, Digelar 4 Titik, Ini Waktu dan Lokasi Lengkap

Dikatakan AKP Suyono, meninggalnya kakek Markaban pertana kali diketahui salah seorang sanak keluarganya yang sedang membersihkan kebunnya yang letaknya persis dibelakang rumah almarhum.

"Mengetahui Kakek Markaban meninggal dikamarnya, lingkungan tempat almarhum geger. Pasalnya pintu masuk ke rumah Kakek Markaban terkunci dari dalam. Terpaksa warga setempat mendobraknya, setelah terlebih dahulu memberi laporan ke Polsek,"ujar AKP Suyono.

Dituturkan Kapolsek Suyono, identifikasi sementara Kakek Markaban sudah meninggal sekitar empat hari lalu, sehingga jenazah almarhum sudah mulai proses pembusukan.

KPU Surabaya Sebut Foto Risma Boleh Muncul di APK: Wajib Menyematkan Jabatan di DPP PDIP

Hasil MotoGP Prancis - Danilo Petrucci Finis Pertama, Valentino Rossi Cium Aspal Lagi

"Kakek Markaban ini tinggal dirumahnya sebatangkara. Sehingga waktu kakek sakit tidak ada sanak keluarganya yang tahu. Almarhum meninggal sekitar empat hari lalu," katanya.

Kakek Markaban, lanjut Kapolsek Suyono, almarhum diketahui sudah lama menderita sakit. Selain sakit, kakek Markaban juga sudah lanjut usia.

"Sakit almarhum kemungkinan tidak diketahui sanak keluarganya yang tinggal dilingkungan rumah Kakek Markaban. Sehingga waktu almarhum sakit, tidak ada yang merawat, termasuk tidak ada yang memberi makan,"kata Kapolsek AKP Suyono.

Setelah dilakukan identifikasi, jenazah almarhum Kakek Markaban diserahkan kepada warga setempat dan keluarganya, untuk dimakamkan di tempat pemakaan umum desa setempat.

Keterangan yang dihimpun Surya menyebutkan, kakek Markaban ini salah seorang warga miskin yang belum tercover bantuan dari pemerintah, sehingga waktu sakit, kakek sebatangkara ini belum sekalipun mendapat layanan kesehatan.

Penulis: Doni Prasetyo

Editor: Heftys Suud

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved