Penanganan Covid
Pegawai Dinsos Kota Malang Meninggal Diduga Covid-19, Beber Hasil Swab: Pelayananan Berjalan Normal
Seorang pegawai Dinsos P3AP2KB Kota Malang diduga meninggal akibat virus Corona. Begini penjelasan Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani.
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satu pegawai Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang meninggal dunia diduga akibat virus Corona ( Covid-19 ).
Kendati demikian, informasi yang diterima TribunJatim.com, Dinsos P3AP2KB Kota Malang memastikan jam pelayanan di kantor tetap berjalan.
Satu pegawai yang meninggal dunia tersebut merupakan seorang pria warga Kota Malang yang bekerja di bagian rehabilitasi sosial.
Baca juga: Satu Bulan Operasi Yustisi, Pelanggaran Prokes Covid-19 Di Nganjuk Masih Terjadi
Baca juga: Viral Pasangan di Pamekasan Pelukan di Atas Motor, Kasatpol PP: Jangan Asal Merekam, Langsung Tegur!
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani mengatakan, pegawainya meninggal dunia pada 11 Oktober 2020 lalu.
Setelah itu, pada Selasa 13 Oktober 2020 kemarin, seluruh pegawai di Dinsos Kota Malang menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif.
Di beberapa ruangan, juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan guna melakukan sterilisasi.
Baca juga: Depresi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Ponorogo Nekat Gantung Diri, Polisi Kuak Fakta di Baliknya
Baca juga: Kebiasaan Baru Pinkan Mambo Sejak Buka Katering, Tiap Hari Bak Jadi Ritual, Melaney Kaget: Ya Allah
"Pelayanan di kami tetap buka. Cuma kemarin ada penyemprotan disinfektan. Dan seluruh pegawai bergiliran menjalani rapid test. Setelah itu pelayanan dibuka normal seperti biasa," ucapnya kepada awak TribunJatim.com, Rabu (14/10/2020).
Penny menjelaskan, hasil swab test dari pegawainya yang meninggal dunia tersebut mengarah kepada pneumonia.
Informasi tersebut dia dapatkan dari Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang RSSA.
Baca juga: Bek Persela Lamongan Berharap yang Terbaik Soal Keputusan Nasib Lanjutan Liga 1 2020
Baca juga: Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Kakek di Bondowoso Dicokok Polisi, Bermula Saat Tersangka Ambil Makan
Penny mengatakan, sebelum meninggal dunia karyawannya tersebut dalam kondisi sehat. Almarhum juga sempat bekerja seperti biasa .
"Kalau keluhan tidak ada. Almarhum seperti Orang Tanpa Gejala (OTG). Tapi sebelum meninggal dunia, lima hari sebelumnya saudaranya ada yang meninggal dunia karena Covid-19," ucapnya.
Sementara itu, ketua tim satgas Covid-19 Kota Malang, yang juga Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, bahwa dari hasil penelusuran, almarhum meninggal dunia karena memiliki komorbid (penyakit penyerta).
Sebab, beberapa kali yang bersangkutan sering izin untuk tidak masuk kerja karena sakit.
"Karena memang sering sakit, yang bersangkutan juga kerap izin tidak masuk bekerja," ucapnya.
Dari hasil tracing yang telah dilakukan, juga tidak menemui orang-orang yang mengarah ke Covid-19.
Salah satunya ialah melakukan rapid test kepada seluruh pegawai Dinsos Kota Malang yang hasilnya non reaktif.
"Jadi kami sempat khawatir. Daripada kita lengah, maka dari itu kemarin kami lakukan penyemprotan di Dinsos, termasuk melakukan rapid tes," tandasnya.
Penulis: Rifky Edgar
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kantor-dinas-sosial-kota-malang-pic.jpg)