Breaking News:

Apotek Online Lifepack

Apotek Digital Lifepack Hadir di Surabaya, Siap Melayani Kebutuhan Obat Pasien

Lifepack, apotek digital pertama di Indonesia sebagai penyedia layanan obat terlengkap, telah resmi membuka layanannya di kota Surabaya.

Editor: Pipin Tri Anjani
Tangkapan Web Seminar Kesehatan Lifepack
Lifepack, apotek digital pertama di Indonesia kini hadir di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM - Lifepack, apotek digital pertama di Indonesia sebagai penyedia layanan obat terlengkap, telah resmi membuka layanannya di kota Surabaya.

Kini Lifepack siap melayani kebutuhan obat pasien di Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur.

Setelah sebelumnya, Lifepack menjangkau masyarakat di wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan .

Pada Sabtu (10/10), Natali Ardianto, selaku CEO Lifepack & Jovee, meluncurkan layanan apotek digital Lifepack, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan web seminar kesehatan khusus penyakit jantung di usia produktif.

Webinar bertemakan "Waspada Jantung di Usia Produktif, Kenali Faktor Resiko dan Pencegahannya" disampaikan oleh Dr. Achmad Lefi, dr, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Ketua Perhimpunan Kardiovaskuler wilayah Surabaya.

Peluncuran layanan Lifepack di Surabaya ini merupakan upaya Lifepack untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat Surabaya.

Natali Ardianto, CEO Lifepack & Jovee pada saat peluncuran mengungkapkan kehadiran Lifepack di Surabaya, “Sebagai apotek digital yang memberikan inovasi untuk penderita penyakit kronis, pilihan kami mengekspansi layanan ke Surabaya merupakan langkah yang tepat untuk membantu meningkatkan kesadaran akan medical adherence atau kepatuhan pengobatan masyarakat Surabaya. Karena kota Surabaya ternyata memiliki jumlah penderita penyakit kronis cukup tinggi diantaranya, hipertensi, jantung, dan stroke.”

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 terdapat tiga penyakit kronis dengan penderita tertinggi di Jawa Timur.

Hipertensi berada di urutan pertama dengan total penderita mencapai 11.481.333, diikuti dengan penderita penyakit jantung sebanyak 599.339, dan terakhir adalah penyakit stroke dengan total penderita hingga 391.984.

Dr. Achmad Lefi, dr, SpJP (K), FIHA mengungkapkan perlunya mengenali berbagai faktor risiko serta pencegahan penyakit kronis salah satunya adalah penyakit jantung, “Secara umum, serangan jantung adalah kondisi jantung tertutup rapat atau terjadi pembekuan secara mendadak karena tidak adanya asupan nutrisi oksigen ke dalam dada. Ada beberapa tanda-tanda seseorang mendapatkan serangan jantung, diantaranya, rasa sakit, nyeri, atau tidak nyaman di tengah dada. Nyeri tersebut kemudian menjalar ke lengan kiri, bahu, punggung, leher seperti rasa tercekik. Lalu diikuti dengan sesak nafas, mual, muntah, pusing, hingga bisa pingsan.”

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved