Peringatan Hari Santri Nasional 2020, Khataman Alquran Serentak Digelar di Banyuwangi

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar peringatan Hari Santri Nasional 2020 dengan khataman alquran di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar peringatan Hari Santri Nasional 2020 dengan khataman alquran yang dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat (23/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar peringatan Hari Santri Nasional 2020 dengan khataman alquran yang dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan oleh para hafidz dan hafidzoh.

Seluruh kecamatan di Banyuwangi juga menggelar hal yang sama sembari berdoa untuk kemaslahatan daerah.

Di hadapan para ulama dan perwakilan santri, Jumat (23/10/2020), Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengajak semua pihak untuk meneladani kemandirian dan semangat para santri dalam menuntut ilmu agama hingga cinta tanah air.

Sejumlah pesantren juga mengikuti acara secara virtual melalui video conference. Turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Saiful Arif dan Kajari Muhammad Rawi.

Bupati Anas mengatakan, Hari Santri yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 merupakan sebuah penghormatan terhadap peran santri dan pesantren. Maka Abdullah Azwar Anas pun mengajak segenap masyarakat Banyuwangi untuk meneladani nilai-nilai positif tersebut.

"Para santri mengajarkan banyak teladan positif bagi kita, tidak hanya kemandirian, kegigihan dalam menuntut ilmu, bahkan juga semangat cinta tanah air di mana santri memiliki andil yang besar dalam kemerdekaan Indonesia," ujar Bupati Anas.

Baca juga: Musrenbangdes Banyuwangi 2022, Bupati Azwar Anas Ajak Kades Pacu Pemulihan Ekonomi

Baca juga: Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, Pemkab Banyuwangi Bagikan Bibit Pangan dan Sayuran

Menurutnya, nilai kemandirian yang diterapkan santri perlu menjadi contoh bagi kaum muda. Tidak hanya menjalani kemandirian saat menuntut ilmu, bahkan kemandirian juga ditunjukkan santri setelah keluar dari pondok pesantren dalam melakukan kegiatan ekonomi.

"Para santri sebagian besar justru menggerakkan perekonomian dengan berwirausaha. Merekalah yang sejak dulu telah menerapkan jiwa entrepreneurship, dengan tidak bergantung kepada pihak lain dalam belerja dan mencari nafkah. Para santri tidak gengsi untuk memulai usaha mulai skala kecil. Saya sendiri juga santri dan pernah mengalami hal ini," ujar Bupati Anas yang mondok di Banyuwangi, Madura, hingga Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas juga menyampaikan terima kasih kepada segenap pondok pesantren di daerah yang memiliki andil besar dalam bidang pendidikan. Pondok pesantren telah ikut memajukan kualitas SDM daerah, bahkan nilainya lebih daripada jalur umum karena menanamkan nilai agama yang kuat kepada seluruh anak didiknya.

Baca juga: Antisipasi Musim Penghujan, Banyuwangi Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Baca juga: Beri Pendampingan Pekerja Migran Banyuwangi dan Keluarganya, Ipuk Perkuat Pemberdayaan Berbasis Desa

"Pondok pesantren telah menjadi konsep pendidikan tertua di Indonesia yang saat ini telah ditiru oleh banyak institusi pendidikan baik negeri ataupun swasta. Dimana penerapan boarding school dinilai membuat jalannya pendidilan lebih fokus," ujar Bupati Anas.

"Kami yakin pondok pesantren menjadi sumber SDM daerah berkualitas sekaligus berakhlakul karimah. Terima kasih untuk peran yang telah dijalankan tersebut," tambahnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved