Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Penjualan Tabulampot di Desa Wisata Jambu Kediri Naik di Tengah Pandemi, Avokad Aligator Primadona

Penjualan Tabulampot di Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri meningkat di tengah pandemi Covid-19. Primadonanya avokad aligator.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Hefty Suud
SURYA/FARID MUKARROM
Agus Joko Susilo pemilik usaha Tabulampot di Desa Wisata Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penjualan Tabulampot di Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri meningkat tajam di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Tabulampot atau jenis metode budidaya tanaman buah dalam pot saat ini sedang digemari sebagian besar masyarakat Indonesia.

Pasalnya, metode Tabulampot ini sangat praktis dan tak butuh banyak lahan untuk melakukannya.

Baca juga: Jalan Penghubung Sidoarjo-Pasuruan Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa, Puluhan Motor Mogok

Baca juga: Ramalan Cinta Zodiak Besok Selasa, 3 November 2020: Virgo Dekati Orang yang Disuka, Pisces Romantis

Sebagian besar permintaan Tabulampot berasal dari kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Makassar.

Agus Joko Susilo pemilik usaha Tabulampot di Desa Wisata Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Kepada awak TribunJatim.com dirinya bercerita memulai bisnis sekira 7 tahun yang lalu. Kemudian Agus membudidayakan usahanya.

Baca juga: Deretan Hari Penting Selama Bulan November 2020, Mulai dari Hari Pahlawan hingga Hari Diabetes Dunia

Baca juga: Antisipasi Banjir di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini Pimpin Pengerukan Kawasan Sungai Kalibokor

"Konsep saya itu sederhana saya ingin orang kota juga bisa menanam meskipun dengan keterbatasan lahan, selain itu juga saya ingin jadi penggerak untuk menghijaukan bumi," ucapnya.

Salah satu keunggulan dari produk yang dimiliki oleh Agus adalah avokad aligator yang jadi primadona.

"Alhamdulillah saya sudah berhasil mengembangkan sehingga kita bisa menanam alpukat tanpa pohon," ujar Agus.

Masih kata Agus bahwa dirinya punya tujuan untuk mengembangkan bisnis Tabulampot khususnya di Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri.

"Bisnis tabulampot di desa ini sudah bisa memberdayakan masyarakat khususnya wilayah Desa Wisata Jambu yang terletak di Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri," tutur Agus.

Untuk penjualan bisnis tabulampot ini sudah hampir menyentuh seluruh wilayah Indonesia.

"Setiap hari kita sudah mengirim ke wilayah Indonesia kalau siang ini waktunya untuk packing hingga sore akan kita kirim melalui jasa kargo pesawat dan kapal laut," kata Agus.

Dalam sehari ia mengaku minimal menjual 300 tanaman yang baru via online.

Namun jumlah ini bisa bertambah jika ada yang datang ke Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri.

"Untuk tanaman tabulampot yang saya jual berkisar mulai 35 ribu hingga 1,5 juta rupiah untuk yang paling mahal tergantung jenisnya," terang Agus Joko Susilo.

Untuk pendapatannya dalam satu bulan, Agus mengaku bisa meraup hingga ratusan juta rupiah.

Penulis: Farid Mukarrom

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved