Pilkada Kota Blitar

Alasan Kemandirian, Debat Putaran 2 Pilwali Blitar 2020 Digelar di Surabaya

Debat putaran kedua Pilwali Blitar rencananya digelar di Surabaya. Alasan pemindahan lokasi debat itu untuk menjaga kemandirian dan profesionalitas

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/Samsul Hadi
Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya. 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Debat putaran kedua Pilwali Blitar 2020 rencananya digelar di Surabaya. Alasan pemindahan lokasi debat itu untuk menjaga kemandirian dan profesionalitas penyelenggara Pilwali Blitar.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya, mengatakan pemindahan lokasi debat Pilwali itu sudah berdasarkan keputusan rapat pleno.

Pemindahan lokasi debat dalam Pilkada Kota Blitar 2020 untuk menjaga kemandirian dan profesionalitas penyelenggara Pilwali.

"Karena pada debat pertama ada beberapa hal yang tidak diatur dalam regulasi mengikat kami. Misalnya, soal rapid test untuk semua peserta debat yang dianjurkan oleh Gugus Tugas. Sebenarnya itu tidak ada dalam regulasi debat," kata Rangga, Selasa (3/11/2020).

Dikatakannya, pelaksanaan rapid test pada debat pertama yang direkomendasikan Gugus Tugas terlalu mepet. Surat rekomendasi dari Gugus Tugas keluar sehari sebelum pelaksanaan debat.

Baca juga: Empat Posisi CPNS 2019 Kabupaten Tulungagung Gagal Terisi, Tak Ada yang Penuhi Passing Grade

Baca juga: Tenteng Tas Puluhan Juta Prilly Latuconsina Nongkrong di Pinggiran: Gua Enggak Punya Geng Orang Kaya

Baca juga: Puas Dilayani, Pelanggan Pria Malah Gelap Mata Tusuk PSK, Bernafsu setelah Lihat Barang Korban

"Itu yang membuat kami kerepotan, belum lagi kami tidak ada anggaran untuk rapid test pelaksanaan debat. Karena memang tidak masuk dalam regulasi debat," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dengan pertimbangan itu, kata Rangga, KPU memutuskan memindah lokasi debat putaran dua Pilwali Blitar di Surabaya. KPU memilih lokasi debat di studio lembaga penyiaran publik di Surabaya.

"Dalam regulasi, debat dilaksanakan di studio lembaga penyiaran publik dan adanya di Surabaya. Lokasi debat di Kota Blitar sebenarnya alternatif kedua. Daerah lain, seperti Trenggalek, Situbondo, dan Banyuwangi juga menggelar debat di Surabaya," katanya.

Tetapi, menurutnya, ada hal yang mengganjal ketika debat dilaksanakan di luar Kota Blitar. Apakah pelaksanaan debat di luar Kota Blitar juga mempengaruhi partisipasi masyarakat mengikuti acara debat. Sebab, animo masyarakat dalam debat pertama lumayan banyak.

"Debat pertama yang kami siarkan langsung disaksikan sekitar 3.000 akun media sosial. Artinya animo masyarakat menyaksikan debat besar. Apakah animo masyarakat itu tetap besar kalau debat dilaksanakan di luar Kota Blitar," katanya kepada TribunJatim.com.

Rangga menjelaskan, tema debat pada putaran kedua, yaitu, soal tata kelola pemerintahan atau manajemen kelembagaan. Tema itu dibagi menjadi lima sub-tema meliputi, membentuk pemerintahan efektif dan efisien, pemberantasan narkoba, pengelolaan manajemen tata kelola pemerintah secara kelembagaan, pencegahan korupsi, dan soal hubungan lembaga vertikal dan horizontal.

"Tema intinya tetap soal program prioritas penanganan pencegahan Covid-19 dan pemilihan ekonomi," ujarnya.

Seperti diketahui, KPU sudah melaksanakan debat pertama Pilwali Blitar pada Rabu (21/10/2020). Debat pertama dilaksanakan di Kota Blitar. Sedang debat putaran kedua rencananya akan digelar pada 10 November 2020. Awalnya, debat kedua juga akan digelar di Kota Blitar. (sha/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved