Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Gus Ipul Prihatin Atas Insiden Ambruknya Dua Atap SDN Gentong Yang Ambruk Lagi

Calon Walikota (cawali) Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sangat prihatin mendengar dua atap bangunan di Komplek SDN Gentong ambruk la

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Galih Lintartika)
Cawali Kota Pasuruan Gus Ipul saat blusukan menyapa masyarakat di daerah Purutrejo. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Calon Walikota (cawali) Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku sangat prihatin mendengar dua atap bangunan di Komplek SDN Gentong ambruk lagi.

Hal itu disampaikan Gus Ipul seusai mengikuti kegiatan di Kota Pasuruan, Selasa (3/11/2020) pagi.

"Iya saya mendengar itu, dan saya membaca juga di berita. Jujur saya prihatin sekali," kata Gus Ipul kepada TribunJatim.com.

Dia menjelaskan, kejadian ambruknya atap bangunan dua kelas SDN Gentong ini sangat memprihatinkan sekali.

"Harusnya jangan sampai dibiarkan ambruk lagi seperti ini. Dan saya kira ini sangat bahaya sekali," tambah Gus Ipul.

Ia juga heran, kenapa Pemerintah Kota Pasuruan tidak merobohkan sekalian sisa bangunan paska insiden tragis setahun yang lalu.

Baca juga: Bapak Di Gresik Ini Nunggu Putranya, Sudah 5 Hari Belum Pulang, Diduga Jadi Korban. . .?

Baca juga: Sosok Anak Moge Si Pengeroyok Anggota TNI, Pengusaha Kosmetik Ternama, Lihat Ending Nasibnya Kini

"Kenapa tidak diambrukkan sekalian saja," sambung dia.

Gus Ipul mengingatkan, jangan sampai aset Pemkot yang notabene juga milik rakyat ini disia-siakan seperti ini. Apalagi, sudah tidak digunakan.

"Kalau tidak dimanfaatkan, sebaiknya dirobohkan saja. Jangan dibiarkan, dan akhirnya ambruk lagi seperti ini," urainya kepada TribunJatim.com.

Sekali lagi, Gus Ipul turut prihatin atas insiden ambruknya atap dua bangunan ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sua atap bangunan kelas di komplek SDN Gentong di Jalan KH Sepuh No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan kembali ambruk.

Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba - tiba atap dua bangunan ini ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya atap dua bangunan ini.

Kejadian ini menambah daftar kelam dugaan ketidakseriusan dan asal - asalan pembangunan gedung - gedung di komplek SDN Gentong ini.

5 November 2019, empat atap bangunan SDN Gentong ambruk. Saat kejadian, siswa - siswi SDN Gentong sedang mengikuti aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Saat itu, empat atap bangunan yang ambruk ada di kelas 5A,5B, 2A dan 2B. 11 orang dilaporkan mengalami luka - luka parah.

Bahkan, dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia, satu siswa dan satu seorang guru. Kejadian itu sempat menjadi pusat perhatian banyak orang.

Setahun berikutnya, dua atap bangunan di komplek SDN Gentong ini kembali ambruk. Bedanya, kejadian nahas ini tidak menyebabkan satu orang pun terluka.

Paska insiden ambruknya empat atap, semua bangunan di SDN Gentong dibiarkan dan tidak dioperasikan lagi. Tidak ada perbaikan ataupun renovasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memilih untuk memindahkan KBM siswa - siswi ke sekolah darurat yang dibangun atas bantuan pemerintah pusat.

Nah, informasi yang didapatkan, dua atap bangunan yang ambruk adalah bangunan milik TK Dharma Rini VIII yang juga sudah tidak digunakan sama sekali. (lih/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved