Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tepat Setahun, Dua Atap Bangunan di Komplek SDN Gentong Kota Pasuruan Kembali Ambruk

Dua atap bangunan kelas di komplek SDN Gentong di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, kembali ambruk. Bukan kejadian pertama kali.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Kondisi pasca ambruknya dua atap bangunan di komplek SDN Gentong Pasuruan, Senin (2/11/2020) sore. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dua atap bangunan kelas di komplek SDN Gentong di Jalan Kyai Sepuh No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, kembali ambruk.

Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba atap dua bangunan ini ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya atap dua bangunan ini.

Kejadian ini menambah daftar kelam dugaan ketidakseriusan dan asal-asalan pembangunan gedung-gedung di komplek SDN Gentong ini.

5 November 2019, empat atap bangunan SDN Gentong ambruk.

Saat kejadian, siswa-siswi SDN Gentong sedang mengikuti aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

Saat itu, empat atap bangunan yang ambruk ada di kelas 5A, 5B, 2A, dan 2B. 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka parah.

Bahkan, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia, satu siswa dan satu seorang guru. Kejadian itu sempat menjadi pusat perhatian banyak orang.

Setahun berikutnya, dua atap bangunan di komplek SDN Gentong ini kembali ambruk. Bedanya, kejadian nahas ini tidak menelan korban jiwa.

Baca juga: Gus Ipul Prihatin Atas Insiden Ambruknya Dua Atap SDN Gentong Yang Ambruk Lagi

Pasca insiden ambruknya empat atap, semua bangunan di SDN Gentong dibiarkan dan tidak dioperasikan lagi. Tidak ada perbaikan ataupun renovasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memilih untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar siswa-siswi ke sekolah darurat yang dibangun atas bantuan pemerintah pusat.

Informasi yang didapatkan, dua atap bangunan yang ambruk adalah bangunan milik TK Dharma Rini VIII yang juga sudah tidak digunakan sama sekali.

"Kejadiannya hari kamis (29/10/2020) lalu," kata Budi, salah satu penjaga sekolah SDN Gentong saat ditemui, Senin (2/11/2020) sore.

Budi mengaku tidak mengetahui pasti kapan kejadian terjadi. Namun, ia memperkirakan kejadian ini terjadi pada sore hari atau selepas ashar.

"Saat kejadian saya sedang mancing. Saya berangkat jam 3 sore itu masih aman, habis magrib, saya balik sudah ambruk. Perkiraan ya setelah ashar itu," sambung Budi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved