Tepat Setahun, Dua Atap Bangunan di Komplek SDN Gentong Kota Pasuruan Kembali Ambruk
Dua atap bangunan kelas di komplek SDN Gentong di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, kembali ambruk. Bukan kejadian pertama kali.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kata dia, bangunan di SDN Gentong ini sudah tidak digunakan lagi pasca ambruk setahun yang lalu.
"Ya tidak ada, ini sudah dikosongkan sejak lama. Mungkin sudah setahun tidak ada aktivitas lagi di sekolah ini," ungkap Budi.
Baca juga: Kasus Ambruknya Atap SDN Gentong Mulai Disidangkan di PN Kota Pasuruan
Dari pengamatan di lapangan, atap dua bangunan yang lokasinya ada di pojok belakang sekolah ini, sudah tidak tersisa sama sekali.
Kondisi ini sama dengan empat atap SDN Gentong yang ambruk setahun yang lalu. Penyebab utamanya adalah kerangka atap ambrol.

Efeknya, atap ambruk dan genteng-genteng pun berjatuhan ke bawah. Sama, tiang penyangga di dua bangunan yang baru saja ambruk juga diduga tidak kuat.
Muhammad Munif, salah satu warga Kota Pasuruan sangat menyesalkan dan menyanyangkan ambruknya dua bangunan di SDN Gentong ini.
"Ingatan kita belum lupa soal kejadian setahun yang lalu. Sekarang sudah ditambah lagi dengan kejadian ambruknya dua bangunan lagi," kata Munif.
Baca juga: Kantor Dindik Pasuruan Digeledah Soal Kasus SDN Gentong, Disebut Ada Dokumen Asli yang Hilang
Dia menjelaskan, untungnya kejadian ini terjadi tidak di tengah KBM siswa-siswi SDN Gentong. Ia tidak bisa membayangkan jika masih ada aktivitas di sini.
"Pasti akan makan korban lagi. Dan pasti ini akan menjadi pusat perhatian lagi," keluh Munif.
Ia menilai, hak-hak anak untuk mendapatkan kelayakan dan kenyaman dalam belajar juga harus dipenuhi. Artinya, jangan sampai anak belajar dihantui dengan fasilitas pendidikan yang tidak mumpuni.
"Kasihan, nanti yang jadi korban ya anak-anak kita. Anak-anak yang sejatinya akan menjadi generasi penerus bangsa ini," urai dia.
Munif mendesak pemkot untuk segera bersikap atas kejadian ini. Jangan sampai, kejadian ini terulang di sekolah atau lembaga pendidikan yang lain.
"Kalau perlu ada pengecekan soal kualitas bangunan di sekolah-sekolah di Kota Pasuruan. Jangan sampai kejadian atap ambruk dan menimpa siswa terjadi lagi," papar dia.
Munif meminta pemkot untuk memberikan hak-hak untuk siswa termasuk kelayakan fasilitas pendidikan, seperti bangunan sekolah dan lain sebagainya.
Editor: Dwi Prastika