Breaking News:

Demi Tingkatkan Produktivitas Petani, Pupuk Kaltim Gagas Program Agro Solution

PT Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia menggagas program Agro-Solution.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi memberikan bantuan secara simbolis kepada petani dalam Pencanangan Program Nasional Agro Solution PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jember. 

TRIBUNJEMBER.COM, JEMBER - PT Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia menggagas program Agro-Solution.

Yaitu berupa program pemanfaatan kawasan pertanian dengan konsep aliansi kemitraan berkelanjutan, bekerjasama dengan Pemerintah dan stakeholders multi pihak.

"Kegiatan ini juga sebagai dukungan atas ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian," kata Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Program Perlindungan Bagi Pekerja Migran, Dukuhdempok Kabupaten Jember Dinilai Tim HPWA

Baca juga: 10 Lahan Lembaga Pendidikan di Kabupaten Jember Sah Kantongi Sertifikat, Plt Bupati Kiai Muqit: Aman

Pencanangan Program Agro-Solution Pupuk Indonesia Group serta Panen dan Penanaman Padi Program Agro Solution sudah dilakukan di Jember pada Kamis (5/11/2020 lalu, yang dihadiri Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman.

Rahmad Pribadi menambahkan, bahwa Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi, dengan berbasis pada triple bottom line 3P (people, planet dan profit).

"Kerjasama ini turut melibatkan sejumlah pihak, seperti perbankan, asuransi pertanian hingga offtaker, guna mendukung produktivitas pertanian dengan peningkatan hasil yang lebih siginifikan,” jelas Rahmad.

Program Agro Solution menurut Rahmad, digagas melihat tiga keterbatasan akses petani, yang menyebabkan produktivitas dan kesejahteraan petani terbatas, yaitu akses pasar, akses finansial dan akses teknologi.

Dari program ini, petani tak hanya mendapat modal untuk mendapatkan bibit, pupuk dan pestisida saja, tapi juga asuransi sebagai antisipasi kerugian saat gagal panen.

"Begitu pula penjualan hasil produksi, juga difasilitasi kepada offtaker dengan harga lebih tinggi dari skema harga pasar,” ujar Rahmad.

Program Agro-Solution telah diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan Gorontalo, dengan komoditi padi, jagung dan singkong, di lahan seluas 1,427 hektar.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved