Breaking News:

Tanggapi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum PNS di Sampang, Pemkab Segera Bentuk Tim Khusus

Dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum PNS guru di Sampang mendapat perhatian khusus dari dari pemerintah daerah.

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Pipin Tri Anjani
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru dilingkungan lembaga sekolah Kabupaten Sampang, Madura mendapat perhatian khusus dari dari pemerintah daerah.

Hal itu dibuktikan dengan rencana pembentukan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum guru yang saat ini sudah berstatus terlapor di UPPA Satreskrim Polres Sampang.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, Arif Lukman Hidayat mengatakan, bahwa saat ini dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru pada tahap koordinasi antara pihak dinas terkait.

Sebab, sebelumnya dugaan kasus ini sudah diinformasikan kepada dirinya melalui surat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang.

Baca juga: Oknum Guru PNS di Sampang Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Terancam Dipecat dari Jabatan

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Perawat Kejam Lempar Bocah Pasien ke Ranjang - Joe Biden Menang di Pilpres AS 2020

Sehingga, dalam menanggapi hal itu akan dibentuk tim khusus oleh pihak inspektorat yang bertugas melakukan pemeriksaan terhadap oknum PNS tersebut.

"Tim khusus ini akan melibatkan Dinas Pendidikan beserta BKPSDM Sampng," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Minggu (8/11/2020).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini tim khusus akan segera dibentuk dan langsung melakukan pemanggilan hingga dikroscek kebenarannya.

"Untuk saat ini tim khusus masih belum dibentuk tapi dalam waktu dekat akan segera diwujudkan," pungkasnya.

Untuk diketahui, dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 9 tahun ini sudah diproses oleh pihak kepolisian Sampang.

Bahkan, pada 3 Oktober 2020 lalu sudah dilakukan pemanggilan saksi untuk dimintai keterangan.

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved