Berita Entertainment
Ucapan Gisel Soal Video Syur Diulas Ahli Ekspresi, Jawabannya Disebut Janggal, 'Merasa Dikorbankan'
Ucapan Gisel terkait video syur mirip dirinya diulas ahli ekspresi. Pernyataan mantan istri Gading Marten itu disebut janggal.
Di sisi lain, pakar telematika, Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo menyoroti video syur mirip Gisel.
Menurut Roy Suryo, publik jangan hanya terfokus pada wanitanya saja.
Tapi juga harus ikut menganalisis sosok pria yang ada di video syur mirip Gisel, mantan istri Gading Marten.
Pasalnya, dalam video berdurasi 19 detik itu, banyak hal yang perlu diamati yang nantinya akan mengarah pada sosok pemeran dibalik video syur itu.
"Sebenarnya netizen bisa melihat selain kepada wanitanya, juga kepada lelakinya."
"Apakah memang benar yang bersangkutan seperti apa yang disebut-sebut selama ini, atau orang lain," ungkap Roy Suryo.

Roy Suryo menyebut banyak ciri-ciri tubuh yang semestinya bisa digunakan.
"Misalnya adakah tahi lalat pada bagian tertentu atau bisa juga tato yang tergambar di bagian-bagian tubuh lainnya."
"Karena ciri-ciri ini sangat bisa memudahkan untuk membantu identifikasi," ungkap Roy Suryo.
Selain mengamati sosok pria dalam video syur itu, Roy Suryo menyebut pengamatan bisa dilakukan pada barang-barang yang ada di dalam video.
"Bisa melihat kepada interior kamar, misalnya gorden dan tayangan TV (tampak orang berjenggot dengan background biru dan teks atau caption yang ada)."
"Selain itu beberapa barang lain yang berada di sekitarnya bisa jadi petunjuk," ungkap Roy Suryo.
Baca juga: Terkuak Reaksi Pertama Gisel Lihat Video Syur 19 Detik, Pacar Wijin Tahu Penyebarnya? Kayak Begini
Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah
Lebih lanjut, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut meminta agar masyarakat mengedepankan azas praduga tidak bersalah.
"Kita kedepankan azas praduga tidak bersalah terlebih dahulu, karena sosok-sosok dalam video saat ini banyak sekali terdapat kemiripan, apalagi postur seperti ini sering muncul dalam video-video Korea atau Tiongkok."