Jurus Antisipasi Cuaca Buruk, Pemkot Surabaya Aktifkan Kelurahan Siaga Bencana, Data Kelompok Rentan

Jurus antisipasi cuaca buruk, Pemkot Surabaya aktifkan Kelurahan Siaga Bencana. RT/RW diminta mendata kelompok rentan.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setiap kelurahan di Surabaya saat ini diminta untuk lebih mengaktifkan peran forum Kelurahan Siaga Bencana.

Itu menjadi di antara langkah antisipasi adanya perubahan cuaca yang berpotensi memicu beberapa bencana di Surabaya

Hal tersebut menjadi satu di antara poin dalam surat edaran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. 

"Sebagai bentuk antisipasi karena ada beberapa prediksi dari perubahan cuaca yang disampaikan oleh BMKG," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Senin (16/11/2020). 

Sejumlah prediksi perubahan cuaca itu disebutkan bisa berpotensi adanya hujan disertai angin kencang, dan gelombang tinggi. 

Baca juga: Kapolda Jatim M Fadil Imran Naik Jabatan Sebagai Kapolda Metro Jaya, Ini Penggantinya, Asli Surabaya

Sehingga, surat bernomor 360/10127/436.8.4/2020 itu berisi sejumlah langkah antisipasi yang harus dilakukan. 

Surat tertanggal 16 November 2020 itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Menurut Febriadhitya Prajatara, lewat kelurahan siaga bencana, nantinya bakal terus dilakukan training atau pelatihan seandainya ada bencana. 

"Kelurahan Siaga Bencana ini sudah lama dibentuk di masing-masing kelurahan," tambah Febriadhitya Prajatara. 

Baca juga: Wali Kota Risma Yakin Kualitas Tenaga Medis Surabaya Tak Kalah dari Negara Lain

Kemudian langkah lain yang harus dilakukan kelurahan atau kecamatan, yaitu harus menyediakan tempat aman sementara. Jika sewaktu-waktu terjadi hal buruk, maka bisa dibuat tempat evakuasi. 

Selain itu, RT/RW juga diminta melakukan pendataan terhadap kelompok masyarakat yang dinilai rentan. Seperti halnya, lansia, disabilitas, ibu hamil, dan balita. 

"Untuk bisa terpetakan," terangnya. 

Jika dalam satu rumah terdapat kelompok rentan tersebut, maka petugas bisa memasang tanda. Sehingga bisa dengan cepat diselamatkan jika tiba-tiba ada bencana. 

Menurut Febriadhitya Prajatara, cara ini memang terbilang baru.

Baca juga: Museum Olahraga Bakal Pajang Koleksi Atlet Surabaya Berprestasi: Kuak Cerita yang Tidak Terungkap

Pemkot Surabaya tidak mau ambil risiko jika ada kejadian yang tak diinginkan.

Karena itu, pemkot akan gerak cepat agar segala potensi buruk dapat ditekan. 

"Kita buat simulasi langkah tanggap bencana ketika ada suatu kejadian," ungkapnya. 

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved