Breaking News:

Pakai JKN-KIS, Wiwik: Pelayanan Sudah Pasti, Bagus

peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), tepatnya sejak era PT. Askes (Persero), Wiwik Pujiasih (54) mengidap diabetes

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), tepatnya sejak era PT. Askes (Persero), Wiwik Pujiasih (54) 

TRIBUNJATIM.COM,TULUNGGAUNG - Sudah lama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), tepatnya sejak era PT. Askes (Persero), Wiwik Pujiasih (54) diketahui mengidap penyakit Diabetes Melitus (DM). Dari tahun 2006 penyakit itu diketahui, hingga sekarang Wiwik rutin mengonsumsi obat.

“DM itu mulai tahun 2006 tahunya. Tiap hari minum obat, ndak sampai suntik insulin, bisa diatasi
dengan minum obat. Tiap bulan juga kontrol,” ucapnya kepada TribunJatim.com.

Bersyukur Wiwik belum pernah menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurut penuturan Wiwik, suaminya lah yang sering rawat inap karena memiliki penyakit batu empedu. Pada tahun 2017, suaminya rawat inap sampai 3 kali dalam waktu 1,5 bulan. Kini kondisinya sudah baik dan bisa bekerja seperti biasa.

“Kalau saya belum pernah opname, jangan sampai lah. Bapak yang sering opname, di tahun 2017. Bapak itu sakit batu empedu, awalnya maag lalu diketahui batu empedu. Bapak ndak siap batin, ndak berani kalau operasi. Sekarang sudah sehat. Bapak setiap hari juga olahraga,” tutur ibu yang punya usaha ternak ikan gurami ini.

Selama mendapatkan pelayanan kesehatan, baik dirinya maupun suami, Wiwik mengaku dilayani dengan baik oleh para petugas kesehatan, tidak ada diskriminasi pelayanan.

Apalagi tidak ada biaya yang keluar dari kantongnya untuk obat yang dikonsumsinya setiap hari. Berbeda pada saat rawat inap suaminya karena naik kelas sehingga harus membayar selisih biaya kelas perawatan.

“Tiap bulan kontrol dan minum obat, tidak ada biaya yang keluar sama sekali. Kalau bapak opname itu kan minta naik kelas, ada biaya sekitar Rp 2juta lebih. Untuk biaya yang ditanggung (JKN-KIS) sekitar Rp 6juta mungkin. Semuanya dilayani dengan baik, dokternya ramah-ramah, ndak merasa dibedakan, semuanya baik-baik, ramah-ramah,” jelasnya.

Wiwik mengaku diringankan dengan adanya JKN-KIS, meskipun gaji suaminya harus dipotong untuk membayar iuran JKN-KIS, namun Wiwik tidak keberatan karena dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang pasti dan bagus. Seandainya tidak memiliki JKN-KIS, Wiwik membayangkan akan repot mencari uang untuk membayar biaya pelayanan kesehatannya.

Baca juga: Tecno Mobile Siap Masuki Pasar Indonesia Mulai Awal Desember 2020

Baca juga: Nathalie Holscher Syok Pergoki Ada Pesan Mesra dari Wanita Asing Buat Sule Suaminya: Aku Bales

Baca juga: Bantu Lakukan Perbuatan Aborsi, Seorang Bidan Divonis Hukuman 2,5 Tahun Oleh Hakim PN Surabaya

“Nggak keberatan sama sekali, malah senang. Kalau berobat sewaktu-waktu gitu kan ndak mengeluarkan uang, tahu-tahu dapat pelayanan, dapat obat, itu kan enak sekali, ringan sekali. Lebih enak pokoknya, lebih tenang, lebih gampang, pelayanan sudah pasti, bagus,” tegasnya.

Oleh karenanya Wiwik berpesan bagi masyarakat yang belum ikut JKN-KIS supaya ikut, sebab sakit bisa datang sewaktu-waktu, sehingga ketika dibutuhkan tidak memberatkan.

“Kalau bisa walaupun sehat ya ikut lah JKN, kan kita tidak tahu Allah memberikan cobaan atau penyakit itu kan sewaktu-waktu. Sebaiknya yang belum ikut JKN itu daftarlah, ikutlah. Nanti seumpama sakit mendadak bingung daftar JKN, karena kan nggak langsung jadi. Saudara-saudara saya yang belum ikut JKN saya sarankan untuk daftar, biar kalau sakit nggak berat dan nggak bingung cari dananya. Iuran bisa memilih kelas sesuai kemampuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wiwik berharap agar Program JKN-KIS bisa terus meningkatkan pelayanannya, semakin lancar, dan BPJS Kesehatan sukses selalu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved