Breaking News:

Liga 2 2020

PSHW Kecewa dengan Keputusan Terbaru PSSI Mengenai Gaji Pemain: Tak Perlu Tentukan Besarannya

PS Hizbul Wathan (PSHW), menyayangkan keputusan terbaru PSSI soal besaran gaji yang harus diberikan klub pada pemain pada masa penundaan kompetisi

TRIBUNJATIM.COM/TAUFIQUR ROCHMAN
momen soft launching tim PS Hizbul Wathan di Kantor PWM Jatim, Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PS Hizbul Wathan (PSHW), menyayangkan keputusan terbaru PSSI soal besaran gaji yang harus diberikan klub pada pemain pada masa penundaan kompetisi kali ini.

Pada keputusan PSSI terbaru, tertuang dalam surat SKEP/69/XI/2020 yang ditanda tangani oleh ketua umum PSSI, Moch Iriawan.

Baca juga: Reaksi Keras CEO Arema FC Terhadap Sikap Wali Kota Malang: Jangan Sulut Kegaduhan Baru

Baca juga: Hasil UEFA Nations League, Gol Ruben Dias di Masa Injury Time Bawa Portugal Taklukkan Kroasia

Masa penundaan kompetisi periode Oktober-Desember 2020, klub Liga 1 dan Liga 2 dibolehkan membayar gaji maksimal 25 persen dari kontrak awal.

Jika nantinya lanjutan kompetisi kembali berjalan efektif, gaji berjalan sesuai ketentuan awal, 50 persen untuk klub Liga 1 dan 60 persen untuk Liga 2.

"Harusnya PSSI tidak perlu menentukan besarannya, cukup menyatakan tentang keadaan," kata Dhimam Abror Djuraid, Presiden klub PSHW, pada TribunJatim.com, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Hasil Prancis Vs Swedia, Dwigol Olivier Giroud Bawa Les Bleus Menang 4-2

Baca juga: Hasil Spanyol Vs Jerman - Bantai Der Panzer 6-0, La Furia Roja Lolos Semifinal UEFA Nations League

Sebaliknya, Dhimam berharap berkaitan gaji pemain, pelatih, dan ofisial pada masa penundaan kompetisi kali ini, terutama bagi klub kontestan Liga 2 yang benar-benar berada pada kondisi sulit, diserahkan sepenuhnya pada klub.

"Ini profesional, terikat kontrak masing-masing individu," jelas pria asal Surabaya itu.

Sebab nantinya, jika dalam proses itu terjadi kendala, atau bahkan masalah, semua juga masih akan kembali pada PSSI.

Baca juga: Persebaya Kecewa Berat dengan Isi Surat Keputusan PSSI: Dengan Santainya Hentikan Hak Komersial Klub

Baca juga: PSSI Keluarkan Surat Keputusan Penundaan Kompetisi Liga 1 2020, Ada Soal Gaji Pemain, Berikut Isinya

"Karena ketika konflik, artinya tidak terjadi atau tidak ada kesepakatan antara pemain dan klub, yang akan memutuskan adalah PSSI, tentu melalui lembaga yang diberi wewenang," ucapnya.

Sementara, mengenai program tim setelah kembali diliburkan pada pertengahan bulan Oktober lalu, Dhimam menjelaskan, masih belum ditentukan.

"Selanjutnya, kami menunggu regulasi terbaru dari PSSI terkait kompetisi," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved