Virus Corona di Ponorogo
Ponorogo Kembali Zona Oranye, Pasien dengan Riwayat Bepergian Luar Kota Dominasi Kasus Covid-19 Baru
Kabupaten Ponorogo jadi zona oranye Covid-19. Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis beber dominasi pasien, operasi yustisi diperketat.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Tingkat penularan kasus virus Corona ( Covid-19 ) di Kabupaten Ponorogo naik dari zona kuning ke zona oranye.
Hal tersebut menunjukkan risiko penularan Covid-19 di Bumi Reog naik dari risiko penularan rendah ke risiko penularan sedang.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menjelaskan naiknya angka penularan Covid-19 di Ponorogo didominasi oleh pasien yang mempunyai riwayat bepergian dari luar kota.
Baca juga: Tak Direstui Salip Nikah, Adik Ini Pukul Kakak Pakai Elpiji hingga Tewas, Jasad Dikubur di Kontrakan
Baca juga: Kondisi Asli Gisel Pasca Pemeriksaan Dikuak Melaney, Rupanya Berurai Air Mata? Kita Diproses Tuhan
"Masyarakatnya pergi jauh terus baliknya bawa virus akhirnya keluarganya kena semua," kata Azis, Jumat (20/11/2020).
Untuk itu, bagi masyarakat Ponorogo yang bepergian keluar kota, ia mewanti-wanti agar meningkatkan kewaspadaannya.
Selain itu, Azis juga menyarankan agar masyarakat yang akan dan pulang dari bepergian untuk melakukan rapid test terlebih dahulu.
Lebih lanjut, untuk menanggulangi naiknya peningkatan resiko penularan Covid-19, TNI/Polri bersama Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo akan meningkatkan kemampuan tracing, treating, dan treatment.
Baca juga: Arema FC Jadi Klub Liga 1 Yang Berhasil Menyelesaikan AFC Club Licensing Cycle 2020
Baca juga: Download Lagu MP3 Running Gaho Dilengkapi Lirik, OST Start Up, Drama Korea Nam Joo Hyuk dan Suzy
"Kita juga perketat lagi operasi yustisi. Sehari dua kali operasi. Selain itu dua hari sekali kita datangkan hakim langsung ke lokasi," lanjutnya.
Operasi Yustisi di Ponorogo sendiri mulai digalakkan sejak 14 September lalu.
Pengendara yang terjaring Operasi Yustisi karena tidak mematuhi Protokol Kesehatan akan langsung ditilang dan disidang di lokasi.
Azis melanjutkan, selama dua bulan berjalan, masih banyak pengendara yang sering kali kedapatan tidak memakai masker.
"Saya ingatkan kepada masyarakat bahwa Covid-19 ini belum berakhir. Bahkan saat ini jumlahnya naik. Untuk itu patuhilah protokol kesehatan terutama memakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun," pungkasnya.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Heftys Suud