Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Madura United

Blak-blakan, Kapten Madura United Tak Keberatan Soal Gaji 25 Persen, Hanya Minta Kepastian Kompetisi

Kapten Madura United, Fachrudin Aryanto tidak keberatan hanya menerima gaji sebesar 25 persen pada masa penundaan kompetisi 2020.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rohman
SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM
Bek Madura United, Fachrudin Aryanto, saat tampil melawan PSM Makassar pada pekan ke-17 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (29/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Kapten Madura United, Fachrudin Aryanto tidak keberatan hanya menerima gaji sebesar 25 persen pada masa penundaan kompetisi 2020.

Berdasarkan keputusan PSSI terbaru, masa penundaan kompetisi, periode bulan Oktober-Desember membolehkan klub membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25 persen dari gaji awal.

Baca juga: Arema FC Lebih Tertarik Datangkan Bakat Muda dari Akademi untuk Stok Pemain Lokal, Begini Alasannya

Baca juga: Hasil Lengkap Liga Champions - Empat Tim Besar Eropa Pastikan Diri Melenggang ke Babak 16 Besar

Dijelaskan Fachrudin, meski harus menerima pemangkasan gaji, ia cukup memahami kondisi klub yang juga berada pada situasi sulit.

"Sebagai pemain bingung, karena juga paham kondisi, gak bisa nuntut gimana-gimana sama klub. Kondisi kayak gini, kalau di rumahkan berarti kami gak kerja meskipun kami terikat kontrak," kata Fachrudin Aryanto pada TribunJatim.com, Selasa (24/11/2020).

"Jadi yaudah kalau memang itu keputusan terbaik dari PSSI dan klub bisa nerima, pemain juga bisa gak bisa harus ngikutin itu," tambah pemain asal Klaten, Jawa Tengah itu.

Baca juga: Jadwal Liga Champions Malam Ini: Big Match Inter Vs Real Madrid, Liverpool Bersua Atalanta

Baca juga: Gempur Peredaran Rokok Ilegal di Kabupaten Malang, Diskominfo Gencarkan Sosialisasi Ketentuan Cukai

Enggan terlalu pusing memikirkan soal gaji, pemain 31 tahun itu hanya berharap segera ada kepastian soal lanjutan kompetisi.

Pasalnya, meski PT LIB, selaku operator kompetisi memutuskan akan menggulirkan kembali kompetisi 2020 bulan Februari 2021 mendatang. Namun, hingga saat ini belum ada lampu hijau dari pihak kepolisian.

"Mudah-mudahan Februari itu kalau gak ada apapun, harus jalan karena kami sudah terlalu lama ditunda, sudah bosen juga di rumah," tuturnya.

Baca juga: Pajero Sport Terbakar di Tol Ngawi Kertosono, Melaju 120 Km/Jam, Mendadak Keluar Api dari Kap Mesin

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Cor Puri Mojokerto, Melaju Kecepatan Tinggi Tanpa Helm: 3 Tewas

Sebelumnya, kompetisi 2020 dihentikan akhir bulan Maret lalu akibat pandemi Covid-19, hingga saat ini tak kunjung bisa digelar kembali akibat tidak mendapat izin keramaian dari polri untuk menggelar laga.

"Sebagai pemain, kami ini pengen main, kami pemain bola kan hobinya main bola. Namanya hobi, misal gak dibayarpun kami pengen tetep main bola, istilahnya gitu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved