Breaking News:

Cabuli Anak Di Bawah Umur di Area Makam, Kakek di Surabaya Divonis Enam Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memvonis kakek bernama Ismawan Alias Doni dengan hukuman penjara selama enam tahun atas kasus pencabulan

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Januar
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi kasus pencabulan di area Makam di Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memvonis kakek bernama Ismawan Alias Doni dengan hukuman penjara selama enam tahun atas kasus pencabulan. 

Pria 56 tahun ini dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak usia di bawah umur

Terdakwa dinyatakan majelis hakim terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D UU RI No 17 tahun 2016 jo perppu No 1 tahun 2016 jo UURI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

Baca juga: Kaget Melihat Mobil Putar Balik Di U Turn, Pengendara Honda GL Tabrak Toyota Camry

“Mengadili, menyatakan terdakwa divonis hukuman penjara selama enam tahun tujuh bulan, dan denda Rp 1 Miliar subsider dua bulan penjara. Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” ujar hakim saat bacakan amar putusan, Kamis, (26/11/2020). 

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parlindungan. 

Sebelumnya warga Jalan Petemon itu dituntut 10 tahun penjara denda Rp 1 Miliar dan subsidiaer dua bulan penjara. 

Dalam persidangan, terdakwa mengaku menyesal dan bersalah telah mencabuli sembilan orang bocah di sebuah gubuk pada 7 Juli 2020 lalu.

“Saya terima pak, saya menyesal atas perbuatan saya,” kata Ismawan. 

Sementara itu Jaksa Parlindungan juga mengatakan terima atas putusan tersebut.

Untuk barang bukti yang disita diminta majelis agar dikembalikan kepada para saksi korban. “Terima juga yang mulia,” ucap Jaksa Parlindungan.

Diketahui, terdakwa melakukan aksi bejatnya di sebuah gubuk area makam Petemon, Surabaya. 

Ismawan memerintahkan sembilan bocah yakni RS (6) S, (9), RA, (5), DI, (8) bersama bocah lainnya untuk memegang alat kelaminnya. 

Setelah puas, para korban diberi jajan dan permen serta sejumlah uang Rp 2 ribu. 

Kemudian salah satu korban mengadu kepada orang tuanya hingga akhirnya terdakwa Ismawan dilaporkan ke Mapolrestabes Surabaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved