Driver Ojol di Surabaya ini Laporkan Temannya Yang Bawa Kabur Motornya Ke Polisi
Setelah mendapat bantuan dari seorang dosen di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, Mamad berencana tetap bekerja sebagai driver ojol.
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah mendapat bantuan dari seorang dosen di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Mamad berencana tetap bekerja sebagai driver ojol.
Selain itu, pria asal Jombang itu juga akan melaporkan temannya bernama Mas Yon yang membawa lari motornya.
Dia mengisahkan bahwa sebelumnya telah melapor ke Polsek Tandes. Akan tetapi dari pihak kepolisian menyarankan untuk mengurus tunggakan cicilan motor satu-satunya itu.
Nah, dengan adanya bantuan dari dosen yang enggan disebut namanya itu Mamad bisa kembali mengais rejeki.
"Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini saya kembali bisa mengais rejeki," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis, (26/11/2020).
Sebelumnya, Mamad sempat putus asa karena motor satu-satunya itu dicuri oleh temannya sendiri bernama Mas Yon.
Sejak kehilangan itu, banyak uluran tangan dan bantuan dari sesama driver ojol. Kebetulan, Mamad menjadi ketua komunitas driver ojol.
Baca juga: Driver Ojol di Surabaya Lega Dapat Bantuan dari Donatur, Akui Tetap Jadi Driver Ojol
Baca juga: Berhasil Hentikan Aktivitas Batu Bara, Begini Perasaan Warga ke Gus Yani
Baca juga: Jebol Gawang Inter Milan, Eden Hazard Akhiri Puasa Gol 3 Tahun di Liga Champions
"Sudah dibantu teman menginfokan juga," lanjutnya kepada TribunJatim.com.
Kini, istrinya juga mulai bekerja. Setelah dia kehilangan motornya. Dia pun bersyukur selama menjadi ojol istrinya tak pernah mengeluh.
"Saya mengucapkan terimakasih pada pihak yang telah membantu saya," tandasnya.
Mamad kehilangan motor Honda Beat bernopol L 5386 RS satu-satunya miliknya yang dibawa kabur oleh teman kenalannya di warung kopi.
Akibatnya kejadian itu, sampai waktu yang tidak ditentukan, Mamad terpaksa berhenti bekerja sebagai driver ojol.
Padahal, ia sudah dua tahun bekerja sebagai driver ojek online untuk menafkahi keluarganya.
Di rumah kontrakan itu, Mamad tinggal bersama seorang istri dan tiga anak perempuannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-mamad-bersama-anaknya-saat-berada-di-depan-untag-surabaya.jpg)