Breaking News:

Penanganan Covid

700.000 Vaksin Covid-19 Magetan Masih Tunggu Kebijakan Pusat, Opsi Lawan Virus: Tingkatkan Antibodi

Bupati Magetan Suprawoto ungkap 700.000 vaksin Covid-19 masih tunggu kebijakan pusat. Tingkatkan antibodi jadi opsi lawan virus Corona.

SURYA/DONI PRASETYO
Tenaga Medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melakukan tes swab Covid-19 di Balai Desa setempat. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Bupati Magetan Suprawoto mengaku menyiapkan 700.000 vaksin.

Namun faktanya, hal itu masih menunggu Kebijakkan Pemerintah Pusat terkait penanganan virus Corona ( Covid-19 ).

"Saya belum tahu. vaksin Covid-19 kebijakan pusat, daerah menunggu kebijakan Pemerintah Pusat. Kalau sudah ada arahan baru kita menindaklanjuti," kata Bupati Magetan, Suprawoto kepada awak TribunJatim.com, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Kenang Sosok Pemimpin Adil, Pemkab Situbondo Doa Bersama untuk Almarhum Bupati Dadang Wigiarto

Baca juga: BREAKING NEWS - Motor Oleng, Boncengan 3 Tewas Adu Muka dengan Truk di Bangkalan

Yang jelas data 700.000 vaksin itu asal keluar, atau kalau sudah ada kebijakan Pemerintah Pusat anggaran yang tersedia hanya untuk 700.000 ampul vaksin, selebihnya mengharap bantuan Pemerintah Pusat.

"Makanya untuk pengadaan vaksin Covid-19, Selain dari APBD, saya berharap adanya suntikan dana dari Pemerintah Pusat," ujar Bupati Suprawoto.

Menurut dokter Tirta, sukarelawan dokter Covid-19,  yang pernah dinyatakan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan video edukasinya viral di masyarakat Magetan mengatakan, Covid-19 sampai sekarang belum ditemukan obatnya.

Baca juga: Modus Licik Ngaku Bisa Usir Makhluk Halus, Pria Ini Cabuli 9 Anak di Bawah Umur, Padahal Punya Istri

Baca juga: Terpaut 47 Tahun, Pria 29 Tahun Di Ponorogo Nikahi Kekasihnya Berumur 76 Tahun

Rahasianya agar virus tidak menyebar, masyarakat harus meningkatkan antibodi, dengan cara makan, makanan kaya nutrisi.

"Ini tugas Pemerintah untuk sosialisasikan makanan kaya nutrisi. Obat Covid-19 belum ada, kalau masyarakat antibodinya kuat, virus itu mati atau hilang dengan sendirinya," kata dokter Tirta Mandira Hudhi.

Bersama sejumlah relawan, dokter Tirta ini melakukan razia perut lapar di Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved