Diterpa Hujan Deras dan Angin Kencang, Sebuah Rumah Warga Pamekasan Berdinding Anyaman Bambu Roboh
Sebuah rumah warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura roboh diterpa hujan deras yang disertai angin kencang.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sebuah rumah warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura roboh diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, Kamis (26/11/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.
Rumah yang roboh itu milik Salami, warga setempat.
Setelah diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, rumah yang berdinding anyaman bambu dan berpenyangga atap kayu ini, tampak rata dengan tanah.
Seusai roboh, genting batu merah yang sebelumnya menjadi atap rumah milik Salami tersebut, langsung hancur berantakan.
Hingga Jumat 27 November 2020 pukul 15.12 WIB sore ini, tampak personel Bhabinkmatibmas Desa Plakpak, Bripka Abd Hamid bersama warga setempat masih memungut puing-puing robohan rumah milik Salami itu.
Bhabinkamtibmas Desa Plakpak Pamekasan, Bripka Abd Hamid menjelaskan kronologi robohnya rumah milik warga setempat tersebut.
Baca juga: Detik-detik Petani Tewas di Madiun, Tercebur Sumur Sedalam 26 Meter
Baca juga: Lima Kali Tolak Lamaran Pria Lain, Janda 76 Tahun di Ponorogo Dinikahi Duda 29 Tahun
Sewaktu kemarin malam terjadi hujan deras yang disertai angin kencang, pemilik rumah sedang melakukan salat Isya di dalam rumahnya.
Kemudian, pemilik rumah bersama ketiga anaknya mendengar suara genting rumahnya jatuh satu per satu.
Sontak, tanpa pikir panjang lagi, pemilik rumah bersama ketiga anaknya tersebut, bergegas keluar rumah, karena khawatir rumah mereka akan roboh.
Tanpa disangka, tak berselang lama pemilik rumah dan keluarganya keluar dari dalam rumahnya, rumah yang terbuat dari anyaman bambu ini seketika itu juga langsung ambruk.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tapi pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta rupiah," kata Bripka Abd Hamid saat diwawancarai TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Jumat (27/11/2020).
Sementara itu, Kapolsek Pegantenan Pamekasan, AKP H Junaidi mengatakan, saat pihaknya menerima laporan dari masyarakat setempat yang memberi kabar ada rumah roboh karena diterpa hujan deras yang disertai angin kencang itu, ia langsung memerintahkan kepada Bhabinkamtibmas untuk mengecek dan memastikan adanya peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi, kata dia, rumah milik Salami yang terbuat dari anyaman bambu atau berek itu, sebelumnya memang sudah dalam kondisi miring dan tampak reyot.
Sehingga, saat diterpa hujan deras yang disertai angin kencang, rumahnya langsung roboh.
Beruntung, sebelum rumah tersebut roboh, pemilik rumah beserta keluarganya terlebih dahulu keluar, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam ini.
Baca juga: Sosok Perusak Romantisme Ranjang Dikuak Nathalie, Enggak Konsen, Belum Malam Pertama dengan Sule
Baca juga: Belum Sebulan Jadi Istri Sule, Nathalie Holscher Sudah Minta Aneh-aneh, Suami Curiga: Ada Apa Nih
“Kita telah melakukan langkah-langkah pertolongan dengan mengevakuasi reruntuhan bangunan yang dibantu oleh masyarakat setempat," katanya.
AKP Junaidi juga meminta, warga setempat lebih waspada saat musim hujan seperti sekarang ini, karena seringkali hujan deras disertai angin kencang kerap datang secara tiba-tiba.
"Tidak hanya pohon yang bisa tumbang dan roboh, tapi rumah juga bisa roboh kena angin kencang," peringatnya.
"Tadi warga sekitar sudah gotong royong dibantu Bhabinkamtibmas desa setempat untuk membantu mengumpulkan puing-puing bekas rumah yang roboh itu. Bila sekiranya ada meterial yang masih bisa digunakan lagi untuk membangun kembali rumah milik Bu Salami, maka akan difungsikan lagi," tutupnya.
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Pipin Tri Anjani