Tempat Tidur Perawatan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan di Jember Penuh

Terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan di Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
Freepik
Ilustrasi Corona atau Covid-19 di Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan di Jember.

Lonjakan pasien ini terjadi selama sepekan terakhir. Akibatnya, sejumlah rumah sakit kehabisan ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi Covid-19.

Dari informasi yang dihimpun Surya, beberapa rumah sakit rujukan yang hanya memiliki ruang isolasi terbatas, telah penuh terisi alias 100 persen. Sementara, rumah sakit rujukan terbesar di Jember yakni RSD dr Soebandi Jember juga hampir kehabisan ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Sampai akhir pekan ini, hanya tersisa sekitar kurang dari 20 persen tempat tidur (TT) kosong untuk pasien Covid-19.

Direktur RSUD dr Soebandi Jember, dr Hendri Soelistijono mengakui adanya lonjakan pasien Covid-19 masuk ke RSD dr Soebandi Jember.

"Sepekan terakhir ini memang ada lonjakan sekitar 20 persen. Sebelumnya tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 terisi 50 - 60 persen. Sekarang ini mencapai 80 persen lebih," ujar Hendro, Minggu (29/11/2020).

RSD dr Soebandi memiliki 81 tempat tidur perawatan pasien Covid-19. Dari jumlah tersebut, sudah terisi 61 tempat tidur sampai akhir pekan ini.

Baca juga: Hari Libur, Obyek Wisata Menjadi Sasaran Operasi Yustisi Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Nganjuk

Hendro mengakui, ada kekhawatiran seluruh tempat tidur terpakai mengingat jumlah lonjakan kasus positif Covid-19 di Jember selama beberapa pekan terakhir. "Meskipun kasus-kasus baru ini kebanyakan OTG (orang tanpa gejala) yang cukup isolasi mandiri di rumah, atau di JSG (Jember Sport Garden). Namun kekhawatiran itu tetap ada (tempat tidur perawatan pasien Covid terisi penuh)," imbuh Hendro.

Untuk menghindari penuhnya kamar perawatan pasien Covid-19, pihaknya melakukan pemilahan. Pemilahan antara lain dimulai dari komunikasi antar petugas rumah sakit rujukan Covid-19 di Jember. Jika gejala klinis pasien Covid-19 yang hendak dirujuk tidak parah/kritis, maka bisa dirujuk ke rumah sakit rujukan selain Soebandi.

Tetapi jika gejala klinis pasien mengkhawatirkan, maka bisa dirujuk ke Soebandi.

"Memang kami pilah. Jika ada gejalan klinis tetapi ringan, bisa dirujuk ke rumah sakit rujukan selain Soebandi," kata Hendro.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember Gatot Triyono mengakui, tempat perawatan Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan sudah penuh terisi.

"Memang beberapa rumah sakit rujukan sudah terisi penuh karena tingginya pasien Covid-19," ujar Gatot.

Di Kabupaten Jember ada sembilan rumah sakit rujukan perawatan Covid-19. Ruang perawatan pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit itu sudah penuh sampai akhir pekan ini, seperti RS Paru, RS Kalisat, juga RS Bina Sehat.

Sementara itu berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Jember, pada 29 November ini ada tambahan kasus baru positif Covid-19 di Jember sebanyak 62 orang. Sedangkan tambahan kasus sembuh baru sebanyak 29 orang, dan ada delapan orang meninggal dunia karena Covid-19.

Total kasus positif hingga 29 November 2020 di Jember mencapai 2.383 kasus. Rinciannya, 548 orang dirawat, 1.728 orang sembuh, dan 107 orang meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved