Kesadaran Protokol Kesehatan Berkurang, Pemkot Surabaya Petakan Potensi Keramaian Tingkat Kecamatan
Indikasi menurunnya kesadaran warga terhadap protokol kesehatan, menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Indikasi menurunnya kesadaran warga terhadap protokol kesehatan, menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya.
Saat ini, seluruh kecamatan diminta untuk memetakan potensi kerumunan di masing-masing wilayah.
Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, tim swab hunter bakal terus bergerak menyisir berbagai lokasi.
Baca juga: Terdapat Penambahan 120 Kasus HIV/AIDS di Bondowoso pada 2020, Jumlah Berpotensi Meningkat
"Camat kita minta identifikasi kerumunan di wilayahnya," kata Irvan, Selasa (1/12/2020).
Identifikasi itu memetakan segala potensi kerumunan baik di siang maupun malam hari.
Nantinya hal itu dapat dilakukan langkah dan upaya agar protokol kesehatan tetap menjadi perhatian. Potensi kerumunan di masing-masing kecamatan bisa berbeda.
Irvan yang Kepala BPB Linmas Surabaya itu mengatakan, Pemkot tidak mengendorkan berbagai upaya. Antisipasi segala potensi penyebaran terus dilakukan.
Disisi lain, Irvan juga mendorong agar Satgas mandiri, baik yang berada di lingkungan kerja, tempat usaha maupun rumah ibadah agar diaktifkan kembali.
Itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kembali pencegahan penyebaran Covid-19.
"Sehingga saya mengajak kepada semua warga untuk terus mengaktifkan satgas-satgas itu,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada pihak penyelenggara kegiatan hajatan untuk selalu konsisten dengan apa yang sudah diusulkan dan direkomendasikan oleh satgas.
Terutama terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatannya pada saat acara berlangsung.
“Bilamana tidak sesuai dengan rekomendasi Satgas, maka akan ada konsekuensi hukum yang akan diberlakukan. Ini penting demi keselamatan bersama,” ucapnya.