Pilkada Tuban

KPU dan Bawaslu Kompak Sebut Tak Ada Laporan Kampanye Virtual dari Cabup-cawabup

KPU dan Bawaslu Tuban pun menyorot pola kampanye yang dilakukan para pasangan cabup-cawabup.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Yoni Iskandar
M Sudarsono/Surya
Penyelenggara pemilu bersma petugas TNI-Polri saat mengecek simulasi pengamanan TPS di Mapolres Tuban, Selasa (1/12/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pelaksanaan Pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020, tinggal menghitung hari.

Penerapan protokol kesehatan menjadi atensi penyelenggara pemilu, mengingat pemilihan kepala daerah dilakukan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

KPU dan Bawaslu Tuban pun menyorot pola kampanye yang dilakukan para pasangan cabup-cawabup.

Sebab, ketiga paslon masih sering melakukan kampanye tatap muka turun ke lapangan.

"Sampai saat ini belum laporan kampanye virtual dari para cabup-cawabup," kata Anggota Bawaslu Kabupaten Tuban Divisi Sengketa, Sunarso, saat menghadiri apel pengamanan TPS di Mapolres Tuban, Selasa (1/12/2020).

Dia menambahkan, Bawaslu menemukan dua jenis pelanggaran pemilu selama tahapan kampanye selama Pilkada Tuban 2020 berlangsung.

Baca juga: Gegara Selebrasi Alessio Romagnoli, Bench AC Milan Memanas, Ibrahimovic Tersinggung?

Baca juga: Istri Mantan Wabup Pasuruan Meninggal Dunia

Baca juga: Maia Estianty Tegas Tolak Kerja Bareng Ahmad Dhani, Dul Ngotot: Demi Anak, Imbasnya Emosi: Hormati

Di antaranya, kampanye melibatkan anak-anak dan tidak mentaati protokol kesehatan, seperti tidak pakai masker dan berkerumun.

"Ada temuan di lapangan seperti itu," ujarnya singkat kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Ketua KPU Tuban, Fatkul Iksan menyatakan hal sama. Memang sampai saat ini belum ada laporan cabup-cawabup yang melakukan kampanye virtual.

"Belum ada untuk laporan calon melakukan kampanye virtual," beber Fatkul kepada TribunJatim.com.

Pihaknya mengimbau di sisa waktu pemilihan yang ada ini, agar semua calon mematuhi protokol kesehatan.

Sebagaimana aturan yang ada, pertemuan tatap muka tidak boleh lebih dari 50 orang.

"Saya berharap semua calon mematuhi protokol kesehatan, agar tidak terjadi klaster Pilkada," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ketiga paslon menyatakan telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 saat berlangsung proses kampanye.

Baik paslon nomor 1, Khozanah Hidayati-Muhammad Anwar, paslon nomor 2, Aditya Halindra Faridzki-Riyadi dan paslon 3, Setiajit-Armaya Mangkunegara.(nok/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved